Kamis, 1 Oktober 2020 | 08:38 WIB

Saat Idul Fitri Nanti

Perantau di Zona Merah Corona Haram Sungkem Kepada Ortu Dikampung ?

Sabtu, 4 April 2020 | 05:25 WIB - Mulyadi

Ilustrasi - Net

BEKASI - Tradisi para perantau yang biasa mudik saat lebaran idul fitri agar bisa sungkeman, pada tahun ini menjadi haram. Terlebih yang berada di zona merah virus corona.

Sungkem, salah satu alasan para perantau mudik saat lebaran. Sungkem dilakukan saat hari raya idul fitri, tepatnya setelah shalat Idul Fitri. Prosesi sungkeman bertujuan untuk saling memaafkan antara ayah dan ibu kepada anaknya, yang mana di dalamnya tersirat harapan dan doa agar ke depan menjadi lebih baik dengan saling memaafkan satu sama lain baik untuk kesalahan yang sengaja ataupun tidak.

Sektretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai haram hukumnya bagi masyarakat yang nekat mudik ke kampung halaman di tengah wabah virus corona. Apalagi pemudik itu berasal dari daerah pusat wabah Covid-19.

"Kalau dia mudik dari daerah pandemi wabah ke daerah lain maka itu tidak boleh karena di-syakki dan atau diduga keras dia akan bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain. Apalagi virusnya menular dan sangat berbahaya," kata Anwar dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2020).

"Dan tetap melakukannya berarti yang bersangkutan telah melakukan sesuatu yang haram," tambah Anwar.

Anwar mengatakan pendapatnya itu berdasarkan pada Alquran, Sunah serta fatwa-fatwa MUI yang ada. Ia menjelaskan terdapat ajaran Islam yang menyatakan tindakan umat Islam tidak boleh mencelakakan diri sendiri dan atau orang lain.

"Itu sudah sesuai dan sejalan dengan firman Allah SWT yang artinya janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan. Dan juga sangat sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang melarang orang untuk masuk ke daerah yang sedang dilanda wabah dan atau keluar dari daerah tersebut," kata dia.

Karena itu dia menilai pemerintah wajib mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat mudik ke kampung halaman di tengah wabah corona. Dia khawatir akan terjadi malapetaka yang lebih besar apabila pemerintah tak melarang mudik.

"Karena kalau itu [mudik] tidak dilarang, maka bencana dan malapetaka yang lebih besar tentu bisa terjadi," kata Anwar.

Sebaliknya, mudik diperbolehkan bagi masyarakat dari daerah bukan zona pandemi menuju daerah yang sama-sama tak ada wabah. Sebab, tak akan ada kerugian yang berarti bila mereka pulang kampung.

Komentar Anda

BACA JUGA
Ekonomi | Minggu, 27 September 2020 | 07:24 WIB
Ekonomi | Jumat, 25 September 2020 | 10:09 WIB
Dunia | Rabu, 30 September 2020 | 05:18 WIB