Kamis, 14 November 2019 | 05:06 WIB

Polisi Hong Kong Tangkap 148 Orang Pasca Demo Besar

Kamis, 8 Agustus 2019 | 06:15 WIB - wry

Hong Kong, - Polisi Hong Kong, Selasa (6/8), menyatakan telah menangkap 148 orang dan menembakkan sekitar 800 peluru gas air mata selama aksi protes besar sehari sebelumnya yang digelar di delapan distrik.. Peristiwa ini menjadi penangkapan terbesar sejak protes pro-demokrasi digelar secara konsisten sejak dua bulan lalu.

“Selama operasi kemarin, polisi menangkap 148 orang terdiri dari 95 laki-laki dan 53 perempuan, berusia antara 13-63 tahun,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian Hong Kong, Inspektur John Tse kepada wartawan, Selasa.

Polisi juga menyebut menggunakan sekitar 20 granat spons dan 140 peluru karet untuk melawan para demonstran yang memblokir jalan-jalan dan kantor-kantor polisi. Delapan distrik menjadi lokasi demonstrasi adalah Tin Shui Wai, Tuen Mun, Wong Tai Sin, North Point, Admiralty, Tai Po, Tsuen Wan, Sham Shui Po, dan Tsim Sha Tsui, juga terjadi bentrokan di beberapa lingkungan perumahan.

Inspektur Tse memutar video yang memperlihatkan para demonstran melakukan kekerasan, termasuk melempar bom api ke kantor polisi Kwai Chung, memantik kebakaran di kantor polisi Sha Tin, dan melemparkan cairan korosif kepada para petugas. Tujuh petugas terluka sepanjang Senin.

Perusuh

Para demonstran ditangkap karena melakukan kerusuhan, pertemuan yang melanggar hukum, menyerang dan menghalangi petugas polisi, dan kepemilikan senjata untuk menyerang. Tse menyebut para demonstran sebagai “perusuh”.

“Mereka sama sekali mengabaikan aturan hukum,” kata Tse.

Sepanjang Senin, kantor-kantor polisi diserang oleh demonstran dengan melemparkan batu, telur, botol, dan memakai ketapel untuk menembakkan batu bata. Satu kompleks apartemen yang menampung polisi dan keluarganya juga diserang. Tse menyebut ada 21 kantor polisi terdampak serangan Senin.

Sebelumnya, polisi menyebut 1.000 peluru gas air mata antara 9 Juni-4 Agustus 2019. Saat ditanya alasan meningkatnya jumlah tembakan sampai 800 peluru gas air mata hanya dalam satu hari, Inspektur Polisi Kong Wing-cheung beralasan terjadi peningkatan intensitas, frekuensi, dan luasnya protes pada Senin.

“Insiden-insiden kekerasan hari Senin setara dengan seluruh Juni,” kata Kong.

Kong menyalahkan para demonstran karena menduduki lingkungan perumahan, sehingga polisi tidak punya pilihan selain menembakkan gas air mata ke kawasan itu.

Sumber: Suara Pembaruan

Komentar Anda

BACA JUGA
Peristiwa | Minggu, 10 November 2019 | 21:05 WIB
Pendidikan | Selasa, 12 November 2019 | 20:48 WIB
Nasional | Minggu, 10 November 2019 | 20:11 WIB