Selasa, 19 November 2019 | 17:00 WIB

Malaysia Kembangkan Riset Inteligensi Buatan

Kamis, 12 September 2019 | 16:12 WIB - wry

MALAYSIA, -- Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Gobind Singh Deo mengatakan negaranya memiliki posisi yang baik sebagai pemimpin penelitian dan pengembangan etika dalam inteligensi buatan.

“Penting bagi kita membangun data yang diperlukan dan kemampuan inteligensi buatan demi memastikan industri, pemerintah dan masyarakat bisa mengambil keuntungan dari peluang yang ditawarkan,” katanya dalam pidatonya pada peluncuran konferensi tahunan Next Big Tech Asia 2019 dilansir situs Bernama hari ini.

Menurut penelitian terbaru yang dikeluarkan oleh International Data Corporation, nilai big data dan pasar perangkat lunak analitik di Malaysia diperkirakan akan mencapai RM595 juta pada 2021.

Gobind menjelaskan, tiga komponen utama yaitu talenta, kepercayaan, dan etika diperlukan untuk mengembangkan inteligensi buatan dan ekosistem data yang tepat.

Menurut Gobind, Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) mampu memainkan peran kunci melalui kolaborasi erat dengan mitra industri dan lembaga tersier dalam pengembangan inteligensi buatan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Malaysia membutuhkan lebih banyak kekuatan talenta untuk meningkatkan sistem teknologi inteligensi buatan dan pemerintah akan terus fokus pada pengembangan talentanya.(PH)

 

Tags

Komentar Anda

BACA JUGA
Profil | Minggu, 17 November 2019 | 06:06 WIB