Rabu, 20 November 2019 | 04:53 WIB

Korea Selatan akan Gunakan Drone Ambulan di Pengunungan

Senin, 16 September 2019 | 05:46 WIB - wry

SEOUL, -- Korea Selatan berupaya mengerahkan drone (pesawat tanpa awak) ambulan di sejumlah gunung populer di negara itu pada tahun depan. Hal itu bertujuan untuk  mengirimkan pasokan medis darurat sebagai pertolongan pertama kepada para korban tepat waktu.

Dilansir di Yonhap News Agency, Layanan Taman Nasional Korea (KNPS) yang dikelola pemerintah berencana memperkenalkan 32 drone ambulan di 16 taman gunung nasional di seluruh negeri pada tahun depan. Badan yang berafiliasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan itu telah mengalokasikan sekitar 2,08 miliar won (1,75 juta dolar AS) dalam proposal anggaran pemerintah 2020 untuk mendanai proyek tersebut.

KNPS telah mengoperasikan pesawat tanpa awak tersebut berdasarkan uji coba di Gunung Bukhan, sejak Desember 2018. Pesawat ambulan itu membawa defibrillator eksternal otomatis dan menempatkan korban menggunakan teknologi GPS. Selain itu, kamera drone ambulan juga dapat memonitor situasi keselamatan di gunung.

Seorang pejabat KNPS mengatakan peningkatan teknologi lebih lanjut diperlukan di beberapa daerah, seperti kemampuan lokasi yang tepat. “Penelitian dan pengembangan masih berlangsung, dan waktu penempatan akan tergantung pada hasilnya,” kata pejabat itu.

Dilansir di Forbes, CEO Amazon Jeff Bezos mengumumkan rencana perusahaannya menawarkan pengiriman produk 30 menit melalui pesawat tanpa awak sejak Desember 2013. Drone telah dikerahkan militer AS sejak 1970an untuk pengawasan terhadap pergerakan pasukan dan fasilitas senjata, hingga melancarkan serangan terhadap organisasi terorisme.

Teknologi yang sama juga digunakan untuk membantu menyelamatkan nyawa orang. Saat itu, cukup banyak ilmuan dan laboraturium komersial, nirlaba, dan pemerintah yang berupaya mencapai tujuan itu.

Pada Oktober 2014, Universitas Teknologi Delft Belanda mengumumkan salah satu mahasiswanya, Alec Momont mengembangkan prototipe drone yang memberikan defibrillator kepada korban serangan jantung. Drone ambulan itu dipandu GPS ke lokasi ponsel dalam jarak 4,6 mil persegi dalam waktu kurang dari satu menit. Sesampainya di sana, drone menggunakan live streaming audio dan video untuk memungkinkan personel darurat memberikan instruksi tentang cara menggunakan dafibrillator dengan benar, dan mengirimkan tanda-tanda vital pasien.
sumber:Rol

Komentar Anda

BACA JUGA
Pendidikan | Minggu, 17 November 2019 | 06:34 WIB
Ekonomi | Jumat, 15 November 2019 | 06:31 WIB
Sport | Senin, 18 November 2019 | 22:08 WIB