Jumat, 24 Januari 2020 | 07:02 WIB

Sejumlah perusahaan Australia menaruh harapan besar bagi ajang CIIE ke-3

Sabtu, 7 Desember 2019 | 19:56 WIB - Liana

SYDNEY, -- Lima perusahaan Australia ikut serta dalam ajang "China International Import Expo" mendatang. Hal ini terungkap dalam tur yang diadakan Biro CIIE di Sydney, Australia, pada 2 Desember. (6/12/19).

Komunitas bisnis Australia berkata bahwa pihaknya ingin mengikuti ajang "China International Import Expo" (CIIE) pada tahun depan, setelah ajang kedua berakhir di Shanghai pada bulan lalu.

Selama tur tersebut, para peserta pameran yang berpartisipasi dalam CIEE tahun ini juga menyebutkan peran CIEE yang memberikan peluang terbaik untuk merambah pasar Tiongkok.

Sun Chenghai, Wakil Direktur Jenderal Biro CIIE, ikut menghadiri tur tersebut, serta mengulas hubungan erat yang terjalin antara Tiongkok dan Australia selama beberapa tahun terakhir.

Sekitar 150 peserta pameran asal Australia akan ikut serta dalam pameran impor kedua. Jumlah ini naik 30% dari ajang edisi pertama. Sementara, luas area pameran juga telah meningkat sebesar 40% secara tahunan, menurut Sun.

Kylie Bell, Direktur Pelaksana, Dinas Perindustrian New South Wales, berkata, setengah dari peserta pameran CIIE kedua asal Australia, berdomisili di New South Wales. Menurutnya, CIIE telah menjadi platform ideal untuk meningkatkan kerja sama ekonomi Tiongkok-Australia.

Dia juga memberikan dukungannya untuk pameran impor ketiga yang menghadirkan lebih banyak perusahaan asal Australia.

CIIE telah menjadi sarana penting yang menunjukkan eratnya hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok dan Australia. Hal itu disampaikan Konsul Jenderal Tiongkok di Sydney Gu Xiaojie.

Gu menyambut baik kalangan perusahaan Australia yang berpartisipasi dalam CIEE, serta kontribusi mereka dalam memperkuat hubungan bilateral Tiongkok dan Australia.

Digelar dari 5-10 November, ajang CIIE kedua menarik minat lebih dari 3.800 perusahaan dari 181 negara, wilayah, serta organisasi internasional. Nilai komitmen pembelian barang dan jasa dalam jangka waktu satu tahun telah menembus $ 71,13 miliar, kenaikan drastis dibandingkan ajang tahun sebelumnya.
sumber : PRNew

Komentar Anda

BACA JUGA
Ekonomi | Senin, 20 Januari 2020 | 20:41 WIB
Polkum | Selasa, 21 Januari 2020 | 17:11 WIB