Sabtu, 19 Oktober 2019 | 15:22 WIB

Bupati Garut Hadiri Acara Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0

Rabu, 9 Oktober 2019 | 21:18 WIB - Deny Yanto

GARUT, -- Dinas Pertanian kabupaten Garut bekerjasama dengan BNI dan Kementerian Pertanian serta penyedia Aplikasi Pertanian menggelar Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 di desa Cikembulan, kecamatan Kadungora, kabupaten Garut, Rabu (9/10/2019).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Garut H Rudy Gunawan, Direktur pembiayaan Kementerian Pertanian RI Indah Megawati, Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital Pertanian dan Perikanan Wijayanto, Dir Bisnis UMKM dan Jaringan Tambok P Setyawati, GM Usaha Bisnis Kecil Bambang Setyatmojo, Ceo BNI Wil Bandung Haris Agus Handoko, Direktur Cabang BNI Garut Asep dan Kepala Dinas Pertanian Beni Yoga serta para petani dan Gapoktan kabupaten Garut.

Bupati Garut dalam sambutanya mengatakan, angka kemiskinan kabupaten Garut hingga 2 digit saat ini, sektor pertanian berperan penting dalam meningkatkan perekonomian sehingga menurunkan angka kemiskinan di kabupaten Garut mengalahkan 6 kabupaten lainnya. Dari rangking ke 25 urutan angka kemiskinan turun menjadi rangking ke 17.

”Dari rata-rata kemiskinan nasional tentang kerjasama kita semua setelah diteliti bahwa kemiskinan itu diakibatkan oleh sektor pertanian yang tidak bisa maju, sektor pertanian membawa dampak kemiskinan akibat petani yang tidak mempunyai lahan sendiri untuk dilakukan proses budidaya apalagi dilakukan secara konvensional serta indek pertanaman turun,” kata Bupati Garut.

Bupati Rudy menjelaskan, luas tanah kabupaten Garut lebih dari 20 kali kota bandung tetapi lahan yang dimiliki/dikuasai oleh warga masyarakat Garut hanya berkisar di 90.000 H, sementara sisanya dari 320.000 Hektar, luas kabupaten Garut dimiliki oleh Perhutani, PTPN, BKSDA dan perkebunan Swasta.

”Jadi dengan jumlah penduduk 2,7 juta jiwa maka sebenarnya masyarakat Garut kekurangan tanah, banyak petani – petani sawahnya hanya 100 tumbak bahkan 50 tumbak. Malahan kebanyakan adalah buruh tani atau sebagai penggarap tanah sawah milik juragan yang ada di kota,” ujarnya Bupati.

Melalui teknologi digital, Bupati Rudy berharap yang saat ini diterapkan melalui kerjasama antara Kementerian Pertanian dan BNI serta Aplikasi pertanian, dalam kesempatan ini pula imbuhnya, kepada BNI Bupati mengucapkan terima kasih atas bantuan Kredit Usaha Rakyak (KUR) kepada para petani dengan memberikan kemudahan modal bagi petani kabupaten Garut.

”Dengan berbagai kemudahan dan fasilitas digital menuju pertanian 4.0 saya berharap sektor pertanian Garut semakin meningkat sehingga mampu mengembalikan Garut sebagai pemasok utama hasil pertanian di Indonesia, serta meningkatkan perekonomian kabupaten Garut menuju Garut Sejahtera," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan BNI pusat Direktur Bisnis UMKM dan jaringan, Tambok P Setyawati mengatakan, di Kabupaten Garut penyaluran KUR Tani kita sampai September 2019 ini ada sekitar 31,2 miliar rupiah dengan debiturnya 3940 petani.

”Tentunya semua itu tidak terlepas dari dukungan yang diberikan Pemkab Garut dan Petani Garut,” kata Tambok.

Dijelaskan Tambok Setyawati, gerakan menyongsong pertanian 4.0 ini merupakan program lanjutan dari gerakan awal musim tanam 2018 - 2019 yang dilaksanakan di 12 titik .

”Jadi nggak di sini saja, di Sentra produksi komoditas pertanian unggulan salah satunya diawali di Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut," ungkapnya.

Tambok Setyawati menambahkan, adapun kegiatan ini sekarang jalan dengan visi Presiden Jokowi adanya mekanisasi dan digitalisasi pertanian serta gerakan ini di BNI Kementerian Pertanian dan juga PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi Smart farming 4.0 berbasis internet of thing yang menerapkan teknologi sensor tanah dan cuaca sehingga dapat membantu kondisi lahan secara Real Time, pungkasnya.(spn/grt).

Komentar Anda

BACA JUGA