Kamis, 14 November 2019 | 19:00 WIB

Ganjar Ajak Rawat Indonesia Secara Bersama-Sama

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 05:23 WIB - Ahmad Wahidin

SEMARANG - Untuk menjaga kondusifitas provinsi Jawa Tengah terhadap isu-isu aktual baik regional maupun nasional, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengundang sejumlah pihak baik dari DPRD, TNI Polri, Walikota Bupati, kejaksaan, MUI,  organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, budayawan, pelajar, mahasiswa, pramuka dan yang lainnya.

Hal ini terungkap saat diadakan Rakor Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) provinsi Jawa Tengah yang mengusung tema " Komitmen Bersama Menjaga Jawa Tengah Tetap Guyub, Toleran, Aman dan Damai  ".

Acara ini lain dari biasanya karena digelar secara lesehan di UTC convention hotel, Semarang, Kamis (17/10).

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa saat ini teknologi menjadi diktator yaitu dengan menggunakan alat berupa gawai atau gadget, di jaman sekarang kebanyakan semua menggunakan alat itu untuk memaki, berpendapat, menyebarkan isu yang belum tentu benar dan lain sebagainya.

“Dampak negatif penggunaan gawai pun sudah menyasar anak-anak, Ada anak yang terpaksa dirawat di Rumah Sakit Jiwa akibat tekanan setiap hari bermain handphone, termasuk juga informasi yang belum semestinya diperoleh di usianya,” ucap Ganjar.

Ganjar juga menambahkan saat marak terjadi demonstrasi di kalangan mahasiswa yang menentang revisi Undang-undang KUHP, banyak bermunculan poster maupun spanduk yang mereka bawa tak memenuhi etika dan moral di masyarakt, lebih ironisnya saat ditanya, tak sedikit dari mereka anak muda itu yang tak mengerti perihal apa yang didemonya. Tapi, tahukah mereka jika jejak digital tidak bisa hilang?.

Terkait hal tersebut Ganjar mengajak seluruh elemen masyarakat baik tokoh agama, tokoh masyarakat, dan serluruh warga untuk menghormati perbedaan, apa pun agama dan suku. Jaga iklim kondusif, termasuk menjelang pelantikan Presiden RI Joko Widodo dan wakilnya Ma’ruf Amin.

“Berbicara dan menulislah yang baik di medsos. Jaga kata-kata dan perasaan bersama. Meski provokasi bermunculan, kita harus menjaga diri jangan sampai meracuni kita, jangan sampai kita bertindak tidak baik. Satukan agar semuanya bisa merawat Indonesia bersama-sama,” ajak Ganjar.

Gus Muafiq dalam acara tersebut juga menyampaikan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Adam) dan seorang perempuan (Hawa) dan menjadikannya berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbeda-beda warna kulit bukan untuk saling mencemoohkan, tetapi supaya saling mengenal dan menolong, begitu pula bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bangsa, adat istiadat yang berbeda beda tetapi tetap dalam wadah NKRI.

”Permasalahan bangsa Indonesia harus diselesaikan dengan cara Indonesia tidak bisa dengan cara lain karena kita ber bhinneka tunggal Ika,” ucap Gus Muafiq dalam penggalan ceramahnya.

Terkait dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Gus Muafiq juga mengajak masyarakat bahu membahu dan semua kondusifitas ini tetap terjaga sampai pelantikan bahkan sampai pelantikan pelantikan presiden yang akan datang.

Senada dengan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, M.M menghimbau kepada warganya, khususnya Kota Tegal

“Saya yakin Kota Tegal ini wawasan dan juga pengetahuannya lebih serta bisa lebih memahami bagaimana Kota Tegal menjadi aman dan kondusif, juga karakter Kota Tegal adalah cinta damai.” ucap Walikota.(hid/hum).

 

Komentar Anda

BACA JUGA
Polkum | Minggu, 10 November 2019 | 20:12 WIB
Ekonomi | Jumat, 8 November 2019 | 05:56 WIB
Ekonomi | Minggu, 10 November 2019 | 19:00 WIB