Sabtu, 8 Agustus 2020 | 12:42 WIB

Mensos Salurkan 1000 Paket Sembako Untuk Insan Otomotif Jabar

Minggu, 5 Juli 2020 | 10:18 WIB - Deny Yanto

BANDUNG,- Pandemi covid-19 tak hanya berdampak pada masalah kesehatan. Wabah virus corona juga berimbas pada anjloknya perekonomian.

Salah satunya, kalangan otomotif yang merasakan dampak akibat pandemi covid-19.

Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P Batubara mengatakan selama 4 bulan, kegiatan otomotif berhenti total. Akibatnya, kata dia, tidak ada pemasukan bagi mereka yang menggantungkan hidup pada sektor otomotif.

“Olahraga otomotif ini merupakan industri. Tidak hanya pembalapnya digaji, tapi juga ada tim mekanik dan lainnya. Belum lagi penjual merchandise, tiket. Even otomotifnya nggak jalan. Kalau sekarang digelar, siapa yang mau nonton,”ucap Juliari disela penyaluran 1000 paket sembako kepada insan otomotif di Poltekesos Bandung Jalan Ir. H Djuanda Kota Bandung, Sabtu (4/7).

Juliari mengungkapkan, penyaluran paket sembako ini merupakan hasil bekerjasama dengan komunitas otomotif, tokoh dan pengurus serta mantan pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat.

“Hari ini kita balikan 1000 paket sembako, untuk komunitas otomotif yang terdampak, khususnya yang disekitar Bandung. Rencananya juga Jawa Barat, DKI dan Banten, sementara tiga provinsi itu dulu,”ucapnya.

Juliari yang mantan Ketua Umum IMI ini juga mengatakan, bantuan sembako itu akan menyasar ke para mekanik, pembalap hingga penyelenggara event.

Mensos menambahkan, dari total anggaran Kementerian Sosial (Kemensos) RI yakni Rp 104 Triliun, sekitar 60 persennya sudah terserap. Lebih jauh, untuk Jawa Barat sendiri, anggaran untuk berbagai kegiatan dan bantuan mencapai Rp 5 Triliun.

“Jadi yang sudah terserap sekitar Rp 60 Triliun lebih. Maka sesuai arahan presiden, kedepan kita percepat realisasi sisanya,” kata dia.

Menurutnya anggaran tersebut, karena jumlah penduduk di Jawa Barat yang paling banyak dibanding provinsi lainnya.

Dikatakannya untuk bantuan sosial (bansos) Kemensos, pada Juli hingga Desember menjadi Rp. 300 ribu dari sebelumnya Rp 600 ribu. Hal tersebut, dikarenakan mulai kembali tumbuhnya aktivitas ekonomi di masyarakat.

“Kenapa berkurang, karena adanya perbedaan kondisi dengan sebelum fase new normal. Jadi kegiatan ekonomi perlahan-lahan mulai dibuka, program -program pemerintah juga mulai bergulir, yang sebelumnya tidak ada income mulai mendapatkan,” tandasnya. [spn/bd]

Komentar Anda

BACA JUGA
Ekonomi | Rabu, 5 Agustus 2020 | 06:10 WIB
Ekonomi | Selasa, 4 Agustus 2020 | 15:14 WIB