Minggu, 6 Desember 2020 | 04:33 WIB

Bupati Kuningan H.Acep Purnama Menghadiri Peringatan Bulan Bahasa

Minggu, 25 Oktober 2020 | 06:14 WIB - Nunu Nurohman

KUNINGAN KAB, - Bupati Kuningan H.Acep Purnama menghadiri Peringatan Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh PGRI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan hari Sabtu (24/10/2020) bertempat di SMP Negeri 3 Cilimus. Kegiatan bulan bahasa bertujuan untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra.

Hadir mengikuti acara, Kepala Dinas Pendidikan Drs. H. Uca Somantri, M.Si beserta jajaran struktural Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Camat Cilimus Drs. Tatang Taryono,M.Si Ketua TP PKK yang juga Bunda Literasi Hj. Ikha Acep Purnama serta Wakil Ketua TP. PKK Hj. Yoana Ridho Sugandha, Ketua PGRI H. Pipin M. Arifin, S.Pd. M.Pd, jajaran pengurus PGRI dan Kepala SMP 3 Cilimus. Tampak terlihat juga Kepala Desa Sampora Suhanan dan seluruh Perangkat Desa Sampora menghadiri acara serta ratusan Guru dari wilayah Cilimus.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan launching buku "best practice" yang ditulis oleh para Guru di Kabupaten Kuningan. Buku tersebut merupakan refleksi cara pembelajaran di masa pandemi covid 19 yang saat ini masih mewabah. Buku tersebut dikeluarkan sebagai upaya alternatif pembelajaran yang dilakukan oleh para guru sebagai praktisi dilapangan.

Dalam sambutannya Kepala SMP Negeri 3 Cilimus salaku Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Hj. Ida Nurhaeda, S.Pd, M.MPd menyampaikan ungkapan terima kasih atas ditunjuknya SMP Negeri 3 Cilimus sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan dan launching buku yang ditulis oleh para guru.

"Kami bahagia atas kedatangan Bapak Bupati juga Bunda Literasi, juga Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan berikut jajarannya" ujar Ida.

"Beberapa bulan yang lalu kami dari gugus tugas MKKS Cilimus melaksanakan kegiatan dalam rangkaian bulan bahasa, antara lain pembekalan para Guru dalam penyusunan KTSP juga peningkatan TIK dan kegiatan dalam rangka peningkatan mutu guru. Sehingga terbitlah buku tulisan para guru yang berjudul "best practice" dimana buku sederhana ini diciptakan sebagai bahan para guru dalam proses pembelajaran bagi para siswa dimasa pandemi.

Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Kuningan H. Pipin M. Arifin, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan ajakan kepada para Guru untuk terus bersemangat memberikan pengajaran dan pendidikan dimasa pandemi covid 19 ini.

"Tidak ada yang mau dengan situasi ini, tetapi kita harus dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita tetap melaksanakan tugas kita sebagai Guru sehingga tugas kita untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa akan terwujud.

Hal senada disampaikan oleh Bunda Literasi, Hj. Ikha Acep Purnama yang terus mengajak para Guru bersemangat dan mengajak terus membudayakan literasi dalam berbagai kesempatan.

Sebagaimana diketahui, Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa karena pada 28 oktober 1928 para pendahulu bangsa kita menetapkan sumpah pemuda dengan bahasa, sebagai butir ketiganya. Meski semangat bulan bahasa ini hanya setahun sekali, namun itu mengandung makna negeri ini punya kepedulian terhadap budaya bangsa Khususnya bahasa.

Salah satu dasar pentingnya memperingati acara bulan bahasa yakni agar masyarakat mengetahui dan mengerti tentang budaya bangsa indonesia dan bagi para pelajar khususnya untuk selalu melestarikan budaya bangsa terutama dalam penerapan berbahasa agar budaya kita akan selalu ada dan menjadi lebih baik.

Menurut Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berdasarkan Summer Institute Of Linguistics menyebut jumlah bahasa di Indonesia sebanyak 719 bahasa daerah dan 707 di antaranya masih aktif dituturkan. Memiliki keragaman seharusnya membuat kita menjadi lebih paham mengenai arti dari persatuan.

Sebagaimana disampaikan Bupati Kuningan H. Acep Purnama dalam sambutannya bahwa bahasa indonesia ini, contohnya, diciptakan untuk memelihara persatuan, menghubungkan setiap suku untuk dapat berkomunikasi dengan suku lain menggunakan bahasa yang sama, bahasa indonesia.

"Kita harus percaya bahwa bahasalah yang meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan menjadikan kesatuan bangsa sebagai indentitas nasional kita. Oleh karena itu pengutamaan bahasa Indonesia adalah sesuatu yang sangat perlu. Hal ini bukan hanya tugas pemerintah melainkan juga tugas seluruh rakyat Indonesia. " Ujar Bupati.

Lanjut Acep menyampaikan, "Bahasa memiliki keterikatan yang erat dengan literasl. Gerakan literasi nasional pun telah dicanangkan pada puncak acara peringatan bulan bahasa tanggal 28 Oktober tahun 2017 lalu. Kabupaten Kuningan, tentu berupaya untuk mewujudkan “Kuningan Bercahaya” dalam rangka meningkatkan minat budaya baca masyarakat, terutama di kalangan pelajar.

Untuk itu, saya berharap plhak sekolah dapat mendukung program literasi, baik yang dicanangkan oleh pemerintah pusat seperti gerakan literasi sekolah (GTS). Maupun yang dicanangkan oleh pemerintah daerah seperti program kuningan bercahaya.

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk menjawab upaya tersebut diperlukan keterlibatan multi pihak dalam mengupayakan tumbuh kembangnya minat, gemar, dan budaya baca masyarakat. Dimulai dar| lingkungan keluarga, satuan pendidikan maupun masyarakat, sehingga tercipta generasi yang literat, berkarakter, serta mampu mewujudkan keunggulan daerah. " tutup Acep mengakhiri sambutannya. (spn/kuningan)

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Rabu, 2 Desember 2020 | 16:09 WIB
Nasional | Selasa, 1 Desember 2020 | 05:57 WIB