Minggu, 6 Desember 2020 | 05:48 WIB

Tempat Nongkrong Asyik Ramah Di Kantong

Kenapa Orang Rela Bayar Mahal Untuk Secangkir Kopi

Rabu, 21 Oktober 2020 | 06:35 WIB - Asep Ruslan

Camat Panyileukan Dra. Hj. Sri Kurniasih, M.Si & Pengurus Koperasi Lereng Tanggul Sejahtera (Foto: Asep Ruslan)

KOTA BANDUNG - Kata orang harga kopi di warung pinggir jalan dengan kopi di kafe atau kedai kopi atau coffee shop memiliki perbedaan harga antara bumi sama langit. Di warung kopi pinggir jalan kita bisa menyeruput kopi cuma dengan harga Rp.2.000-5.000 saja. Sedangkan di kafe, coffee shop atau kedai kopi, harga kopi mesti ditebus minimal Rp.20.000 bahkan lebih.

Tapi buat para pencinta kopi sejati jelas keduanya berbeda. Ini bukan masalah gengsi, bukan juga masalah kenyamanan tempatnya. Terus, kenapa kok orang-orang itu rela bayar puluhan ribu, bahkan ratusan ribu rupiah buat secangkir kopi?

Berikut 8 alasan kenapa orang rela bayar mahal untuk secangkir kopi, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Masa nongkrong di warung pinggir jalan.

Sebagian orang merasa nongkrong di kedai kopi udah menjadi sebuah keharusan. Kadang mereka tidak mengerti soal kopi, jangankan membedakan karakter biji kopi yang satu dengan yang lainnya, bisa menikmati pahitnya kopi aja nggak. Terus kenapa mereka senang menghabiskan waktu berjam-jam di kafe? Ini masalah gengsi dan gengsi nggak ada ukuran logikanya.

Kunjungan Dirut Raja Group Sazam, ST & Ketua Harian HIPPI Jabar Heri C. Utomo, SE (Foto: Asep Ruslan)

2. Ruangan didesain untuk keakraban.

Kedai kopi biasanya membagi penataan kursi dan meja mereka buat dua keperluan. Meja kecil dengan satu atau dua kursi biasanya ditujukan buat mereka yang pengen menyendiri, ngerjain tugas kuliah, atau kerja. Tapi kebanyakan meja berukuran besar yang bisa dijejali 4, 5, bahkan 10 bangku. Tata ruang model ini pas banget buat mereka yang pengen bersosialisasi, ngobrol-ngobrol, atau nongkrong-nongkrong sama keluarga dan para sahabat. Sedangkan di warung kopi penataannya rata-rata sama, bangku panjang ditata bentuk 'L' mengitari dapur si penjual kopi.

Kunjungan Lurah Cipadung Kidul Drs. Bachrudin M.AP & Ketua LPM Ajat Sudrajat (Foto: Asep Ruslan)

3. Rasa dan kualitas kopi adalah segalanya.

Kenapa kami rela merogoh kocek lebih dalam di kedai kopi, ketimbang menenggak kopi kemasan? Kopi itu adalah sebuah tanaman yang cukup unik karena seberapapun hebatnya pupuk dan obat tanaman, nggak bakal bisa mempengaruhi karakter dan rasanya. Rasa yang keluar dari biji kopi sangat tergantung sama iklim, suhu, jenis tanah dimana si pohon ditanam, hingga usia si pohon sendiri. Itulah kenapa walaupun sama-sama ditanam di pulau Jawa misalnya, biji kopi bisa punya rasa yang berbeda-beda.

Kunjungan Andri Juwandi Ketua Umum HIPPI Kab. Bandung 2020-2025, Wakil Ketua Umum DPD Pengembang Indonesia Jawa Barat Bidang Kemitraan, Teknologi dan Inkubator Bisnis 2019-2024 dan Ketua Umum HIPMI Kab. Bandung 2015-2018 (Foto: Asep Ruslan)

Testimoni Ketua Umum HIPPI Kab. Bandung Andri Juwandi

 

Nah, harga biji kopi yang berkualitas baik ini per kilogramnya bisa lebih dari Rp.100.000. Oh ya, itu harga biji kering mentah lho! Gimana dengan biji yang udah dipanggang? Contoh aja, seperempat kilogram kopi Toraja Pulu-Pulu itu harganya sekitar Rp.70.000-Rp.80.000. Salah satu jenis kopi dari dataran tinggi Dieng berharga sekitar Rp.50.000-Rp.60.000 per seperempat kilogramnya. Jadi dengan harga segitu jelas nggak masuk akal kalau harga per-gelasnya Rp.2.000-Rp.5.000.

Terus, kok kopi kemasan itu bisa murah? Dari segi kualitas bisa dibilang kopi dalam kemasan punya kualitas paling rendah. Beberapa merk kopi kemasan bahkan mencampur biji kopi sama biji jagung supaya bisa dijual murah. Produsen kopinya menipu dong? Nggak juga sih, orang produsennya juga nggak bilang kalau itu 100 persen biji kopi asli. Pepatah bilang, ada harga ada barang.

4. Menikmati proses meracik minuman.

Kopi hitam harus di-treat secara khusus. Nggak asal pakai air panas, untuk mengeluarkan rasa asli si biji kopi, ia harus diseduh dengan air bersuhu 87-90 derajat celcius. Belum lagi soal teknik meraciknya, ada teknik tubruk yang asli Indonesia, French Press, Syphon, Pour Over, Vietnam Drip, Turkish, Aeropress dan lain sebagainya. Ingat, itu cuma racikan kopi hitam. Racikan capuccino, machiato, frapuccino, caffe latte dan sejenisnya lebih rumit lagi karena suhu susu, lama pemrosesan buih susu juga harus tepat. Nah, para penggemar kopi rela membayar mahal juga untuk melihat proses meracik yang unik ini.

Kunjungan Kang Danny Personel Band Java Jive (Foto: Asep Ruslan)

5. Barista nggak cuma jual kopi.

Kita para penggemar kopi rela bayar mahal di coffee shop nggak cuma pengen merasakan racikan kopi si barista, tapi juga pengen ngobrol dan bercengkerama sama si barista. Barista sendiri memang nggak sekedar harus bisa meracik kopi nikmat, tapi juga harus punya wawasan luas supaya bisa nyambung sama obrolan si pelanggan setianya.

Soal kemampuan mengolah kopi, si barista mesti ingat secara detil pesanan tiap pelanggan. Masalahnya tiap pelanggan punya keinginannya masing-masing, misalnya minta less sugar, nggak pake whip cream, tambah sirup tiramisu, pakai susu lowfat, dan pesanan-pesanan aneh lainnya. Kopi di warung pinggir jalan kita nggak bakal bisa rewel begini sama si pelayan.

Kunjungan Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia Mayjen TNI (Purn) H. Asep Kuswani, SH, M.Si  (HAN) & Isteri (Foto: Asep Ruslan)

6. Penggemar kopi itu friendly.

Nggak cuma baristanya yang ramah dan enak diajak ngobrol. Penikmat kopi di kedai kopi biasanya punya wawasan yang luas tentang apapun, nggak cuma tentang industri kopi. Mereka juga biasanya enak diajak ngobrol, sehingga nggak heran banyak pertemanan, bisnis, bahkan percintaan dimulai dari kedai kopi.

Kunjungan Bhabinkamtibmas & Jaga Lembur Kel. Cipadung Kidul (Foto: Asep Ruslan)

7. Ambience kedai kopi.

Para pemilik kedai kopi berusaha maksimal buat membangun suasana yang tenang di kedainya. Malahan kalau diperhatikan, suasana yang dibangun di kedai kopi ini lebih mirip sama suasana perpustakaan ketimbang suasana restoran. Nggak percaya? Coba aja kamu datang ke kedai kopi ramai-ramai, terus ketawa-ketiwi di situ. Bisa dipastikan kamu bakal dilirik dengan sinis sama pengunjung lain. Inilah kenapa banyak orang yang senang membuat meeting, menyelesaikan pekerjaan, atau tugas kuliah di kafe.

Tempat nyaman buat meeting yang santuy (Foto: Asep Ruslan)

8. Kopi plus internet = kreativitas maksimal.

Salah satu daya tarik kedai kopi adalah sambungan internet via wifi yang cenderung cepat.

"Tapi kalau mau internetan kan bisa di warnet. Coba aja ke warnet, Rp.50.000 itu bisa seharian sampai mata jereng!" Gitu kritik orang lain sama kami para penikmat kopi. 

Masalahnya bro, sis, internet tanpa kopi adalah hampa. Sebaliknya, kopi tanpa internet itu bagai sayur tanpa garam. Begitu keduanya bertemu, hasilnya ide-ide kreatif dan brilian. Mau bukti? JavaScript yang ada di komputer atau laptop kalian itu dihasilkan dari seorang penikmat kopi Jawa. Itu dia kenapa Brendan Eich, Founder JavaScript memberi nama temuannya yang brilian itu dengan kata 'Java'.

Kunjungan Ketua Unit Kerjasama Fisip Unpas & PB Paguyuban Pasundan Dep. Koperasi dan UKM, DR. Ida Hindarsah, MM, M.Si dan Dosen Polban, Sulistia Suwondo SE., M.Si., Ak (Foto: Asep Ruslan)

Tapi perlu diingat, nggak semua kedai kopi atau kafe mahal itu menyediakan kopi yang berkualitas karena nyatanya kebanyakan pengunjungnya cuma sekedar mencari gengsi atau mencari ketenangan semata aja. Sebaliknya, nggak semua warung kopi pinggir jalan itu kopinya jelek karena banyak juga yang menyediakan kopi-kopi berkualitas dengan harga yang miring, walau nggak semurah kopi kemasan. 

Kedai Kopi Lereng Tanggul Tempat Nongkrong Asyik Ramah Di Kantong

Kedai Kopi Lereng Tanggul (KKLT) yang merupakan salah satu unit bisnis dari Koperasi Lereng Tanggul Sejahtera (KLTS), berlokasi di Komplek Perumahan Bumi Panyileukan Blok C-22 RT.03/RW.03 Kelurahan Cipadung Kidul Kecamatan Panyileukan Kota Bandung adalah tempat nongkrong asyik dan ramah di kantong. Buka setiap hari mulai 12.30-21.00 WIB (Selama Adaptasi Kebiasaan Baru), kecuali Jumat mulai 13.00-21.00 WIB. Selain kopi dan minuman lainnya, di Kafe ini juga tersedia makanan dan cemilan hasil home industri pemberdayaan ekonomi kreatif warga yang sangat variasi dengan harga terjangkau, cocok buat keluarga, orang tua, maupun milenial.

Info/Reservasi WA. 0817-7944-0303, Email: kedailerengtanggul@gmail.com

KKLT Tempat Santuy Pertemuan Organisasi/Komunitas/Paguyuban

Kegiatan rutin pertemuan Paguyuban Asep Dunia (Foto: Asep Ruslan)

 

Pertemuan Himpunan Driver Bandung Raya-HDBR (Foto: Asep Ruslan)

Komentar Anda

BACA JUGA
Profil | Selasa, 1 Desember 2020 | 21:35 WIB
Nasional | Jumat, 4 Desember 2020 | 20:04 WIB