Sabtu, 19 Oktober 2019 | 15:18 WIB

Pembangunan Gedung RHD RSUD Depati Bahrin Tanpa Papan Proyek, Bangunan Lama Masih Digunakan

Sabtu, 21 September 2019 | 15:50 WIB - Ardam

Inilah pembangunan gedung RHD RSUD Depati Bahrin KSO dengan PT Tirta Medika Jaya

Sungailiat,Bangka,sinarpaginews.com -- Pembangunan gedung Ruang Hemolisasi Darah ( RHD ) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, tanpa pemasangan papan proyek selain itu sebagian masih menggunakan bangunan lama.  

Tidak ada pemasangan papan proyek pihak RSUD Depati Bahrin beralasan karena proyek tersebut bukan menggunakan anggaran pemerintah disamping itu tidak tercantumnya papan proyek dalam dalam rencana anggaran biaya ( RAB )

Direktur RSUD Depati Bahrin melalui Kepala Tata Usaha (TU) Sanusi mengatakan pembangunan gedung RHD menggunakan dana pihak ke 3 yakni PT Tirta Medika Jaya dan dalam RAB nya tidak ada anggaran untuk papan proyek, karena pembangunan itu tidak menggunakan Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN ) maupun Anggaran Pendapat Belanja Daerah ( APBD).

"Dalam RAB nya tidak mencantumkan anggaran papan proyek makanya tidak kita pasang papan proyek, jadi kita dari pihak RSUD Depati Bahrin bekerja sama dengan pihak ketiga, bentuknya Kerja Sama Operasional (KSO) pada prinsipnya selagi kegiatan itu tidak membebankan keuangan daerah, disini ada potensi bisnis bagi hasil yang mana akan masuk kas daerah." Ungkap Sanusi, Rabu (18/9) Pagi bertempat di ruang tunggu direktur RSUD Depati Bahrin.

Lanjut Sanusi berkaitan dengan sebagian gedung RHD itu bangunan lama, pihaknya sudah berkoordinasi ke bagian aset pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD).

"Bangunan lama itu, bangunan sini (RSUD Depati Bahrin - red) sumber APBD, diawal kami sudah berkoordinasi dengan DPPKAD Kabupaten Bangka, bagaimana sistimnya untuk bangunan lama, setelah direhab ini sudah bisa dilakukan melekat dibangunan itu menambah nilai saja. Kemudian koordinasi terakhir sebaiknya dihapus saja, nah pengahapusan aset sedang dalam proses. Jadi kita sudah mengikuti anjuran DPPKAD." Jelasnya

Ditanya awak media pihak ke 3 itu bantu dalam bentuk rehab atau bangunan baru dan bagaimana terkait kualitas bangunan sebagian baru, sebagian lama?

"Kalau itu bangunan lamanya masih ada yang dipakai, kemudian bangunan barunya pengembangan juga ada, bisa dikatakan rehab, ya bangunan lama diikuti dengan bangunan baru nilainya disatukan. mengenai kualitas bangunan nah itu lah kami perlu berkoordinasi ke DPPKAD biar mereka yang menerjemahnya seperti apa." Jawab Sanusi

Terpisah Kepala DPPKAD Kabupaten Bangka melalui Kepala Bidang Aset Trisno mengatakan katanya RSUD Depati Bahrin sudah ada usulan untuk penghapusan aset tersebut, namun dirinya belum pernah menerima berkas pengajuan usulan itu.

"Rumah sakit itu katanya sudah ada usulan terkait penghapusan aset tapi saya tidak tau usulan itu lewat kami (Bidang Aset - red) atau lewat lain. Kalau kebagian aset saya tidak tau surat usulan itu kapan masuknya, apakah bulan Januari tadi atau bagai mana. yang pasti belum sampai ke saya kemungkinan juga mereka lewat lain tapi kalau ke Bupati mereka sudah menyampaikan hal itu." Kata Trisno, Jumat (20/9) Pagi bertempat diruang kerjanya

Ditambahkan Trisno dirinya belum tau bentuk fisik bangunan RHD itu, dalam waktu dekat akan melihat langsung bentuk fisik bangunan tersebut.

"Soal fisik bangunan itu saya belum tau bagai mana bentuknya, nanti dalam waktu dekat saya akan lihat langsung bentuk fisik gedung RHD yang sumber dana dari pihak ke 3, nah bangunan yang diroboh itu apakah bersumber dari dana APBD." Terangnya

Komentar Anda

BACA JUGA
Polkum | Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:33 WIB