Senin, 17 Februari 2020 | 07:26 WIB

Dishut Jabar Gaet Mahasiswa UNIKOM Pemulihan KBU

Kamis, 16 Januari 2020 | 21:48 WIB - Asep Ruslan

Kolaborasi Dishut Jabar, Dansektor 22 Citarum Harum, Mahasiswa dan Dosen UNIKOM Bandung penanaman lahan kritis KBU (SPN/Asep Ruslan)

“Satu pohon yang kita tanam, pohon itu akan mendoakan kita sampai kita meninggal. Apalagi kalau pohon yang kita tanam tersebut di pelihara dengan baik, akan memberikan Oksigen bukan saja kepada kita tapi untuk orang banyak,” pesan Epi Kustiawan.

BANDUNG - Dalam rangka pemulihan lahan kritis di Kawasan Bandung Utara (KBU) setelah penanaman bersama mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat kembali gelar penanaman lahan kritis di KBU bersama 100 orang mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung semester 3 di wilayah desa Mekar Saluyu, kecamatan Cimenyan, kabupaten Bandung, Kamis (16/1/2020).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Ir. Epi Kustiawan, MP bersama Dansektor 22 Citarum Harum Kolonel Inf. Asep Rahman Taufik dalam arahannya kepada mahasiswa UNIKOM mengatakan, bahwa penanaman pohon ini manfaatnya bukanhanya sekarang tapi dari sejak ditanam sampai dia tumbuh besar akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, hanya saja banyak orang yang kurang peduli terhadap manfaat tanaman tersebut.

“Satu pohon yang kita tanam, pohon itu akan mendoakan kita sampai kita meninggal. Apalagi kalau pohon yang kita tanam tersebut di pelihara dengan baik, akan memberikan Oksigen bukan saja kepada kita tapi untuk orang banyak,” pesan Epi Kustiawan.

Mahasiswa dan Dosen UNIKOM Bandung aksi penanaman lahan kritis KBU (SPN/Asep Ruslan)

Menurut Epi, jumlah pohon yang ditanam ini sebanyak 450 pohon terdiri dari bibit pohon Macadamia (Kacang Coklat), Mahoni Uganda dan Agathis Damara.

“Penanaman lahan kritis sekarang ini modelnya sistim Agroforestry. Yaitu suatu sistem pengelolaan lahan secara intensif dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian dengan maksud agar diperoleh hasil yang maksimal dari kegiatan pengelolaan hutan tersebut dengan tidak mengesampingkan aspek konservasi lahan serta budidaya praktis masyarakat lokal. Seperti contohnya yang ada di Batu Malang Jawa Timur. Agar KBU salah satunya menjadi kawasan wisata buah karena yang ditanamnya seperti Macadamia (Kacang Coklat),” tambahnya.

Kadishut Jabar Ir. Epi Kustiawan, MP bersama Dansektor 22 Citarum Harum Kolonel Inf. Asep Rahman Taufik  dan Kabid. BUPM Dra. Hj. Susi Tresnawati, M.Si ( SPN/Asep Ruslan)

Sementara itu Kolonel Inf. Asep Rahman Taufik dalam pengarahannya kepada para Dosen UNIKOM mengatakan.

“Hendaknya para Dosen memberikan hadiah dan sanksi kepada mahasiswa didiknya yang ikut menanam hari ini. Pertama 1 orang mahasiswa hendaknya menanam 6 pohon, jika tumbuh semuanya dengan baik akan diberi nilai A. Kedua jika mati 1, maka nilainya turun jadi B, dan seterusnya. Jika ingin nilainya tetap A tapi pohonnya mati semua, maka mahasiswa tersebut harus menanam kembali pohon tersebut sebanyak yang mati,” tegas Asep Rahman.

Pengarahan tersebut mendapat respon positip dan perhatian serius dari para dosen dan mahasiswa UNIKOM dan disetujui oleh semuanya. Untuk pemeliharaan tanaman selanjutnya dilakukan oleh Satgas Citarum Harum dan penggiat lingkungan yang berada di kawasan Cimenyan.

Epi Kustiawan juga menghimbau kepada para dosen di lingkungan UNIKOM untuk memberikan pohon sebanyak 5 pohon bagi seorang mahasiswa baru dalam acara pengenalan kampus atau opspek untuk ditanam.

“Dalam acara pengenalan kampus atau opspek dari pada mengumpulkan balon, lebih baik berikan 5 pohon bagi seorang mahasiswa baru untuk ditanam di lokasi yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Himbauan tersebut disambut baik dan gelap tawa oleh para dosen UNIKOM, serta akan membawa mahasiswa barunya tersebut untuk menanam langsung dilahan yang sudah ditetapkan sebagai lokasi penanaman bagi mahasiswa UNIKOM di desa Mekarsaluyu, kecamatan Cimenyan, kabupaten Bandung seluas 4 hektar.

Untuk wisuwadawan lulusan UNIKOM, Epi juga menghimbau dapat memberikan 10 pohon untuk ditanam di lokasi yang sama.

“Dinas kehutan sesuai tupoksinya akan terus melakukan penanaman dengan berkolaborasi pihak akademisi, dan para pengusaha. Sehingga Jabar Juara dengan inovasi dan kolaborasi ini akan cepat terwujud, salah satunya dengan terus menanam untuk mengatasi lahan kritis di Jawa Barat,” pungkas Kadishut Jabar. (Lelysa)

Komentar Anda

BACA JUGA
Peristiwa | Kamis, 13 Februari 2020 | 20:22 WIB
Polkum | Rabu, 12 Februari 2020 | 13:39 WIB
Sport | Minggu, 16 Februari 2020 | 05:30 WIB
Nasional | Kamis, 13 Februari 2020 | 20:34 WIB