Senin, 26 Oktober 2020 | 23:04 WIB

Kursi PM Malaysia Kembali Digoyang

Kamis, 24 September 2020 | 07:30 WIB - Asep Ruslan

KUALA LUMPUR, - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengeklaim telah memperoleh dukungan kuat mayoritas parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Namun, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, dia masih menjadi perdana menteri yang sah.

“Kami memiliki mayoritas yang kuat dan tangguh. Saya tidak berbicara tentang empat, lima, enam (kursi), saya berbicara tentang lebih dari itu," kata Anwar dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (23/9).

Anwar memang tidak memberikan angka spesifik, tapi dia menyebut dukungan terhadapnya mendekati dua pertiga dari 222 anggota parlemen. Dengan dukungan sebanyak itu, Anwar mengatakan, posisi Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri Malaysia saat ini telah jatuh. "Dengan dukungan yang jelas dan tak terbantahkan serta mayoritas di belakang saya, pemerintahan yang dipimpin oleh Tan Sri Muhyiddin Yassin telah jatuh," ujarnya, dikutip the Star Online.

Saat ditanya apakah mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan bergabung mendukungnya, Anwar belum berani memastikan. "Dia mungkin memutuskan nanti," ucap Anwar.

Anwar bahkan menyebut sedang menjalin audiensi dengan Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah untuk meresmikan pengangkatannya sebagai perdana menteri. Anwar mengungkapkan, dia bakal menemui Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah ketika sang Raja telah sembuh.

Anwar menampik jika keputusannya mengumumkan dukungan mayoritas parlemen merupakan langkah untuk membentuk pemerintahan pintu belakang. “Pemerintah ini atas amanah dan dukungan. Mereka yang memutuskan untuk bergabung akan menghormati pemerintahan yang baik, antikorupsi, supremasi hukum, termasuk semua ras dan agama. Itu adalah posisi yang sangat jelas yang saya tidak siap untuk kompromi," katanya.

Masih PM sah

Muhyiddin mengatakan, klaim Anwar harus dibuktikan dengan proses yang ditentukan oleh Konstitusi Federal. Dalam sebuah keterangan tertulis, Muhyiddin mengatakan, pernyataan Anwar hanya sebuah klaim belaka jika tanpa melalui proses Konstitusi Federal.

"Tanpa melalui proses, pernyataan Anwar hanyalah klaim. Hingga terbukti, pemerintah Perikatan Nasional masih berdiri kokoh dan saya perdana menteri yang sah," ujar Muhyiddin, dilansir The Star, Rabu.

Muhyiddin mengimbau masyarakat Malaysia untuk tetap tenang. Dia mengatakan, masalah tersebut akan ditangani sesuai dengan proses hukum dan Konstitusi Federal.

Muhyiddin Yassin dilantik sebagai perdana menteri menggantikan Mahathir Mohamad pada Maret lalu. Dia mengamankan mayoritas parlemen dengan dukungan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang dikalahkan dalam pemilu 2018. Lawannya menuduh Muhyiddin merebut kekuasaan dengan menggeser aliansi alih-alih mendapatkannya di kotak suara.

sumber : Rol

Komentar Anda

BACA JUGA
Pendidikan | Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:46 WIB
Pendidikan | Kamis, 22 Oktober 2020 | 20:21 WIB