Senin, 30 November 2020 | 04:52 WIB

Wamenag RI Mengadakan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Garut

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:48 WIB - Doglas

GARUT, - Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI), Drs. H. Zainut Tauhid Saadi mengadakan kunjungan kerja ke kabupaten Garut dalam rangka sosialisasi Bantuan Operasional Pesantren (BOP) dan Pendidikan Agama Islam, Selasa (27/10/2020) di Pondok Pesantren Al- Musadaddiyyah.

Dalam kesempatan tersebut secara simbolis Wamenag RI menyerahkan bantuan BOP kepada ponpres Al-Musaadaddiyah, didampingi oleh Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman, Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Muhammad Ali Romdoni, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, dan dihadiri pimpinan Yayasan Al-Musadaddiyyah, Rektor Uniga Ir H Abdusy Syakur M Eng, Direktur PT KAI, BNI, pengasuh/pengajar serta santriwan-santriwati Al Musadaddiyyah.

Pesantren Al-Musaddadiyah Garut, merupakan salah satu lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Al-Musaddadiyah Garut, yang sekarang diketuai oleh Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, berlokasi di Komplek Al-Musaddadiyah Jayaraga Tarogong Kidul Garut, berdiri pada tahun 1990.

"Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Bantuan ini menjadi bagian perhatian Pemerintah terhadap pondok pesantren yang jumlahnya ribuan," ujar Wamenag.

Menag RI berharap, seluruh pondok pesantren di Indonesia, tetap memperhatikan protokoler kesehatan dalam menjalani proses pembelajaran. Pesantren diharapkan tetap menjaga pola hidup sehat bagi para santri-santriwati.

"Mari saling berdoa, menjaga diri, dan menciptakan suasana optimisme di pesantren agar Indonesia segera terbebas dari covid 19," pesan Wamenag.

Sementara, Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wamenag RI dan rombongan, atas kedatangannya di Kabupaten Garut.

“Kita sangat bersyukur, karena pada hari ini kedatangan bapak Wakil Menteri Agama yang langsung bersama-sama dengan bapak Dirjen dalam rangka sosialisasi bantuan operasional pesantren, yang mana bagi pondok pesantren ini adalah sesuatu hal yang sangat berharga, karena ini akan menentukan kualitas pondok pesantren,” ungkap Helmi.

Helmi menambahkan, kalaulah tidak ada dana operasional, ponpes sudah bisa berkiprah, apalagi, sambung Helmi, ada BOP, yang tentu ini sangat membantu bagi operasional pondok pesantren khususnya di kabupaten Garut.

Komentar Anda

BACA JUGA
Peristiwa | Jumat, 27 November 2020 | 05:45 WIB
Polkum | Selasa, 24 November 2020 | 21:51 WIB