Jumat, 23 Agustus 2019 | 13:35 WIB

Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

Kamis, 8 Agustus 2019 | 16:38 WIB - Maman Sugiaman

KUNINGAN,  - Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, untuk sementara ditutup menyuul terbakarnya area hutan di kawasan puncak, Rabu (7/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Sehubungan dengan terjadinya kebakaran hutan di sekitar Blok Goa Walet, Rabu (7/8/2019) pukul 13.00 dengan ini Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menutup jalur pendakian Gunung Ciremai untuk umum pada 4 jalur pendakian,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuswandono dalam pesan tertulis yang diterima.

Menurutnya, 4 jalur pendakian tersebut adalah jalur Apuy (Majalengka), Palutungan (Kuningan), Linggarjati dan Linggasana (Kuningan).

“Penutupan ini dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Kuswandono.

Dalam keterangannya, tim gabungan dari Balai TNGC, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, warga, dan Mitra Pendakian Gunung Ciremai (MPGC) Apuy menuju lokasi kebakaran pukul 15.00 WIB untuk mengevakuasi para pendaki dan melakukan pemadaman.

“BTNGC dan petugas MPGC mengevakuasi semua pendaki yang ada di jalur pendakian baik Jalur Apuy, Palutungan, dan Linggarjati,” ujarnya.

Menurut data BPBD, Kabupaten Kuningan, pendaki yang masih berada di jalur pendakian jumlahnya 61 orang dengan perincian 25 orang di jalur pendakian Apuy, 31 orang di jalur pendakian Palutungan, dan lima orang di jalur pendakian Linggarjati.

Hingga malam tadi kobaran api masih belum dapat dipadamkan.

“Kepulan asap mulai terlihat pada Rabu pukul 13.00 WIB dari wilayah Argalingga Kabupaten Majalengka,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin.

Terkait kebakaran hutan, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengancam akan mencopot Panglima Komando Militer (Pangdam), Danrem hingga Kapolda jika di wilayahnya masih terjadi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.

Ancaman senada sudah sering dilontarkan Jokowi dan kembali disampaikan saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, di Istana Negara, Selasa (6/8/2019).

Presiden terpilih ini meminta gubernur, pangdam, kapolda, dandrem berkolaborasi dengan pemerintah pusat, agar jangan setelah kebakaran baru bertindak. Api sekecil apa pun menurutnya harus segera dipadamkan.

“Aturan main tetap masih sama. Saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku. Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi, tiga atau empat hari yang lalu kepada Kapolri, copot kalau enggak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” kata Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan bahwa kerugian ekonomi akibat kahurtla tidak kecil. Untuk itu dia juga meminta para kepala daerah membantu mengatasi persoalan tahunan ini.

“Panglima, Kapolri, saya ingatkan lagi, masih berlaku aturan main kita. Aturannya simpel saja. Karena saya enggak bisa nyopot gubernur, bupati atau wali kota. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai, sudahlah. Ada api sekecil apa pun segera selesaikan,” tandasnya.(spn/bd)


Komentar Anda

BACA JUGA
Polkum | Rabu, 21 Agustus 2019 | 06:11 WIB
Nasional | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 15:58 WIB
Ekonomi | Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:22 WIB