Minggu, 22 September 2019 | 17:40 WIB

Masa kerajaan Salaka Nagara, kerajaan Taruma Nagara, Kerajaan Sunda dan Pajajaran

Situs Gunung Nagara Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut

Minggu, 8 September 2019 | 21:38 WIB - wry

GARUT SELATAN -- Gunung Nagara tepatnya membentangi beberapa desa di sebelah timurnya adalah Desa Depok Kecamatan Cisompet, di sebelah baratnya adalah Desa Bojong Kecamatan Pamengpeuk, di sebelah utaranya adalah Desa Sukanagara Kecamatan Cisompet, di sebelah selatannya adalah Desa Kecamatan Pamengpeuk.

Situs Gunung Nagara tediri dari tiga kompleks pemakaman,
Kompleks kesatu terdiri dari 25 makam, disampingnya 3 makam
Kompleks kedua terdiri 2 makam
Kompleks ketiga terdiri dari 2makam,  Jumlahnya ada 32 Makam

Makam tersebut peninggalan jaman kerajaan Salaka Nagara, kerajaan Taruma Nagara dan Kerajaan Sunda dan Pajajaran, hal ini dapat dilihat dari tulisan batu nisan salah satu makam.

Menurut legenda dan cerita para leluhur, Situs Gunung Nagara merupakan tempat pertemuan ritual peristirahatan raja-raja yang telah melepaskan kedudukannya, sebagai salah satu penghormatan dari raja-raja yang masih bertahta,

Di Situs Gunung Nagara dulunya dibangun sebuah komplek padepokan  dan diberinya Padepokan Nagara (sekarang Padepokan Gunung Nagara). Semua ketua adat dari masyarakat Sunda Kuna. Dan ada juga yang mengatakan bahwa situs ini merupakan tempat persemedian terakhir menuju sang pencinta bagi raja-raja Sunda atau para-raja yang ada di dalam wilayah kemaharajaan Sunda Nusantara. Sekarang Situs ini dipakai tempat berziarah dan ada juga sekelompok penganut agama asli Sunda (Sunda Wiwitan) untuk melakukan upacara.

Berdasarkan kepercayaan pada jaman Sunda kuno tempat ini memiliki tempat "kabuyutan" (tempat leluhur yang dihormati oleh orang Sunda) yang diapit oleh dua sungai yaitu di sebelah timur : Sungai Cikaso (Ci artinya sinar dan kata “kaso” dari kata ngaso atau istirahat) yang artinya tempat peristirahatan. Di sebelah barat : Sungai Cipalebuh (Ci artinya Sinar dan palebuh artinya pelebur) yang artinya tempat melebur diri dengan alam.

Kedua sungai ini akhirnya bertemu  menjadi satu sungai, posisi situs ini ada di tengah tengah  aliran kedua sungai tersebut, konon pertemuan  air sungai Cikaso dan Cipalebuh apa bila di pakai bermandi membersihkan badan dipercaya  untuk melebur  segala sesuatu  yang dianggap kotor  namun bagi raja-raja adalah dipercaya agar dosa dosa diampuni oleh yang maha kuasa. Situs Gunung Nagara adalah dulunya dijadikan tempat mensucikan diri agar diampuni semua dosa oleh Sang Hyang Widi.

Di duga Situs Gunung Nagara adalah sebuah bangunan sesungguhnya bukanlah gunung, melainkan bangunan berbentuk mirip dengan “Waruga” yaitu pembangunan kuburan-kuburan seperti di daerah parahyangan, hal ini dapat dilihat dari sisi-sisi tebing  pemakaman yang mirip bangunan dari batu yang disusun rapi, hal ini bisa dilihat jelas dari sebelah timur Gunung Nagara, karena sudah ribuan tahun maka terlihat seperti Gunung karena tertimbun abu volkanik, sehingga terlihat seperti gunung yang sudah ditumbuhi pepohonan. Di dalam situs Gunung Nagara dipercaya memiliki ruang di dalamnya, yang kini telah tertimbun tanah. Dalam situs Gunung Nagara diperaya banyak orang bahwa ada harta yang tersimpan didalamnya, hal ini dibuktikan ada beberapa orang yang tak bertanggung jawab menggali-gali tanah di sekitar area pemakaman.

Kecurigaan bahwa di dalam situs ini ada banyak tersimpan harta berawal dari bentuk Gunung Nagara yang hampir mirip sebuah bangunan empat persegi panjang dan menjolor dari utara ke selatan. Namun disayangkan sampai saat ini belum ada pihak-pihak yang meneliti lebih jauh,mudah-mudahan setelah pemecahan kabupaten Garut menjadi dua kabupaten, pemerintah garut selatan nanti dapat memperhatikan situs Gunung Nagara yang memiliki nilai sejarah ini.

sumber : https://cipakudarmaraja.blogspot.com

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Jumat, 20 September 2019 | 19:39 WIB