Senin, 30 Maret 2020 | 14:55 WIB

Workshop Sehari Kupas Tuntas Madu Indonesia

ILMI Gelar Pelatihan Budidaya Lebah Madu

Senin, 13 Januari 2020 | 00:33 WIB - Asep Ruslan

Workshop Sehari Kupas Tuntas Madu Indonesia dan Pelatihan Budidaya Lebah Madu di Pusdiklat ILMI Jabar (SPN/Asep Ruslan)

Peternak lebah madu secara tidak langsung telah mendukung pelestarian alam. Karena selain membantu penyerbukkan tanaman. Peternak akan terdorong untuk menanam ragam tanaman yang bisa menghasilkan pakan bagi lebah.

NGAMPRAH - Alam Indonesia yang memiliki beraneka jenis tanaman yang dapat berbunga secara bergantian sepanjang tahun merupakan habitat ideal untuk tempat hidup lebah madu dan berkembangbiak serta berproduksi. Budidaya lebah madu merupakan kegiatan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat pedesaan karena daerah pedesaan mempunyai cukup potensi tanaman pakan lebah, modal usahanya relatif kecil, dan tehnologinya sederhana.

Kegiatan perlebahan dapat memberikan keuntungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Keuntungan langsung berupa produk madu, pollen, royal jelly, lilin, propolis, dan apitoxin (sengat lebah). Sedangkan manfaat tidak langsung adalah meningkatnya produksi tanaman pertanian, kehutanan, dan pekebunan akibat penyerbukan tanaman oleh serangga lebah. Oleh karenanya kegiatan perlebahan ini sangat dianjurkan.

Workshop Sehari Kupas Tuntas Madu Indonesia dan Pelatihan Budidaya Lebah Madu (SPN/Asep Ruslan)

Ikatan Lebah Madu Indonesia (ILMI) Wilayah Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan Perum Perhutani Divisi Regional  Jawa Barat & Banten sukses gelar acara Workshop Sehari Kupas Tuntas Madu Indonesia dan Pelatihan Budidaya Lebah Madu yang berlangsung di Pusdiklat ILMI Jabar di Kampung Cieter, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Minggu (12/1/2020).

Dalam pelatihan ini peserta lebih menekankan pada pembiakan potensi lebah madu lokal yaitu Nyiruon (Apis cerana). Berlangsung sehari dengan peserta sebanyak 23 orang yang berasal dari Batam, Blitar, Bandung, Garut, Pangandaran, Subang, Depok, dan Jakarta.

Narasumber Debby Bustomi Ketua Umum ILMI (SPN/Asep Ruslan)

Disela pelatihan, Debby Bustomi Ketua Umum ILMI selaku narasumber dalam workshop ini kepada Sinarpaginews mengatakan tentang tujuan diselenggarakannya workshop sehari ini.

“Dengan banyaknya peternak lebah madu sehingga melimpahnya panen madu murni, dapat menekan peredaran madu sintetis, madu oplosan atau madu sirupan,” ungkapnya.

Debby berharap melalui pelatihan ini akan tumbuh peternak-peternak lebah madu baru di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

"Dari hasil ternak itu, minimal mampu meningkatkan ekonomi keluarga. Tidak menutup kemungkinan, bila hasilnya melimpah akan menjadi bagian dari peningkatan ekonomi Indonesia. Madu hasil produksi alam Indonesia, harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri” tambahnya.

Suasana Workshop Sehari Kupas Tuntas Madu Indonesia dan Pelatihan Budidaya Lebah Madu di Pusdiklat ILMI Jabar (SPN/Asep Ruslan)

Materi yang disampaikan dalam workshop ini meliputi : Mengenal kehidupan lebah pekerja, persiapan lahan budidaya, pembuatan kotak lebah, pengadaan koloni, perawatan, dan pembibitan.

"Peternak lebah madu secara tidak langsung telah mendukung pelestarian alam. Karena selain membantu penyerbukkan tanaman. Peternak akan terdorong untuk menanam ragam tanaman yang bisa menghasilkan pakan bagi lebah," pungkas Debby, praktisi dan peneliti madu sejak tahun 1992.

Komentar Anda

BACA JUGA
Ekonomi | Jumat, 27 Maret 2020 | 15:12 WIB