Senin, 30 November 2020 | 05:24 WIB

Inilah Vaksin SinoVac, Salah Satu Vaksin Penangkal Corona

Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:25 WIB - adm spn

SAAT ini virus Corona sudah menginfeksi lebih dari 15 juta orang di seluruh dunia. Upaya yang harus dilakukan untuk mengakhiri pandemi global ini adalah menyediakan vaksin untuk memicu kekebalan tubuh sehingga tidak tertular virus Corona.
 

Untuk itu, sejumlah negara saling berlomba membuat vaksin, termasuk Indonesia yang turut bekerjasama dengan negara lain dalam uji klinis dan produksi vaksin. Salah satunya vaksin Sinovac sedang memasuki tahap uji klinis fase III. Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut:

 
Apa itu Vaksin Sinovac?
 
Vaksin Sinovac dari China dibuat dengan menggunakan virus utuh untuk antigennya, setelah dimatikan menggunakan bahan kimia tertentu, kemudian dimurnikan virusnya yang langsung digunakan sebagai antigen. Project Integration Manager R&D Bio Farma, Neni Nurainy mengatakan, kemungkinan vaksin ini akan diproduksi Bio Farma secara massal pada akhir Januari 2021 atau awal bulan Februari 2021. Proses ini pun bisa dipercepat.
  
Sementara terkait vaksin yang siap disuntikan pada November dan Desember 2020 berasal dari China. Vaksin yang telah jadi tersebut diimpor dari tiga perusahaan, yaitu Cancion, G42 Sinopharm, dan Sinovac.
 
Proses Uji Klinis
 
 
Juru Bicara Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Rodman Tarigan mengatakan, terdapat empat tahapan dalam uji klinis vaksin, sebagai berikut:
 
V0: skrining
V1: penyuntikan pertama
V2: penyuntikan kedua
V3: pengambilan darah setelah penyuntikan kedua
 
Saat ini jumlah relawan yang sudah diskrining ada 1.713 orang dan jumlah yang dibutuhkan 1.620 relawan untuk uji klinis. Dari 1.620 sampel yang dibutuhkan, yang telah dilakukan suntik pertama (V1) sudah 1.565 orang dan masih kurang 60-an subyek. Kemudian yang telah dilakukan suntikan kedua (V2) sudah 1.072 relawan. 
 
Jarak penyuntikan vaksin pertama ke penyuntikan kedua 14 hari. Hal yang sama juga dari V2 ke V3. Saat ini dari 1.072 orang yang sudah dilakukan penyuntikan kedua, sekitar 450 orang sudah sampai V3.
 
Efek Samping Vaksin Sinovac
 
Saat vaksin diberikan akan terjadi dua efek samping, yaitu lokal dan sistemik. Efek samping lokal yaitu merah, bengkak, dan nyeri di area suntikan yang akan hilang selama kurang lebih 48 jam. Sedangkan efek samping sistemik, yaitu demam di kondisi 30 menit pertama setelah pemberian vaksin yang akan hilang selama kurang lebih 48 jam.
 
Pihak Sinovac sendiri telah mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 belum menyebabkan efek samping yang signifikan. 
 
Relawan Dapat Asuransi
 
 
Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Sinovac, Eddy Fadlyana mengatakan, uji klinis vaksin telah bekerjasama dengan PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967. Lewat asuransi ini, keluhan kesehatan dari tingkat ringan sampai berat akan terjamin selama periode penelitian berlangsung.
 
Kesehatan relawan akan dipastikan tetap dipantau oleh petugas penelitian secara teratur selama jalannya penelitian ini atau sekitar 6 bulan setelah pemberian vaksin terakhir. Selain itu, calon relawan juga akan mendapatkan pemeriksaan rapid test dan swab test secara gratis.
 
Segera Mendapat Label Halal dari MUI
 
Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, vaksin Sinovac menggunakan bahan baku halal. Tapi untuk spesifikasinya merupakan kewenangan MUI. Terkait proses, tergantung sistemnya karena perlu dilihat proses dan lainnya. Bahkan tim Indonesia baik MUI atau POM, akan ke Sinovac untuk mengaudit vaksin tersebut.
 
Itulah informasi seputar vaksin Sinovac, yang merupakan salah satu penangkal virus Corona. Untuk mendapatkan info terupdate seputar vaksin Corona Anda bisa mendownload aplikasi Halodoc. Aplikasi yang menyediakan artikel-artikel seputar kesehatan dan perkembangan virus Corona. Anda juga bisa berkonsultasi seputar kesehatan dengan dokter yang sudah ahli dan bersertifikat di bidangnya melalui berbagai fitur yang telah disediakan. 

Komentar Anda

BACA JUGA
Polkum | Kamis, 26 November 2020 | 06:43 WIB
Ekonomi | Selasa, 24 November 2020 | 05:54 WIB
Nasional | Sabtu, 28 November 2020 | 12:26 WIB