Selasa, 10 Desember 2019 | 23:31 WIB

Polda Metro dan Jajarannya Tangkap 243 Kriminal hasil Operasi KKYD 2019

Selasa, 13 Agustus 2019 | 10:41 WIB - Chairul Ichsan

Jakarta, -- Polda metro Jaya beserta Polres jajaran  menggelar operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (Operasi KKYD) Tahun 2019, hal dilakukan secara rutin dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif sebagai langkah preventif untuk menekan dan mencegah tindakan premanisme.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Edi Pramono di hadapan awak media mengatakan, kegiatan kepolisian yang ditingkatkan secara terus menerus, dan akan di lakukan secara rutin Kami dan Jajaran telah melakukan kegiatan kepolisin yang di tingkatkan oprasi KKYD tahun 2019.

"Tanggal 10 Juli sampai dengan 10 Agustus 2019 kita melakukan kegiatan kegiatan kegiatan patroli, kemudian kegiatan-kegiatan dan sebagainya dari hasil kegiatan tersebut

kita berhasil mengamankan tersangka sebanyak 243 orang kemudian ada 210 barang bukti dan ada juga karena mereka melawan yang lain sebagainya ada 4 orang  kita tindak secara tegas dan struktur yang kita amankan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Edi Pramono saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya Senin (12/8/2019).

Barang bukti yang diamankan diantaranya senpi 7buah, sajam 26 buah,  peluru 23 peluru, R2 52 unit,R4 12 unit, hp 98 buah, laptop  12 buah, ganja 172, 39 gram, uang tunai Rp 89.460.000.Bagi pelaku pencurian  dengan kekerasan ( curas ) akan di sangkakan dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman Hukuman 9 tahun penjara.

Pelaku pencurian pemberatan (curat) akan di sangkakan dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.Bagi pelaku kedapatan memiliki sajam dan senpi dekenakan undang undang darurat, RI tahun 1951.dengan ancaman Hukuman 9 tahun penjara.

Untuk pelaku pemerasan/premanisme diancam pasal 368 KUHP dengan ancaman Hukuman 10 tahun penjara,
Bagi pelaku pembunuhan dikenakan pasal 368 KUHP diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara  paling lama 15 tahun.

Tersangka penyalahgunaan Narkotika di kenakan pasal 114 Ayat(1) subsider pasal 112 ayat (1)juncto pasal 127 huruf a jo pasal132 ayat (1) undang undang Republik indonesia No 35 tahun 2009,tentang  narkotika  di pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda Rp.1.000.000.000.00 satu milyar Rupiah, dan paling banyak Rp.10.000.000.000.00 ( sepuluh milyar Rupiah.

Gatot menjelaskan jenis kejahatan yang paling banyak dilakukan merupakan kejahatan jenis pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan.Polda Metro Jaya menggandeng lima polres di ibu kota dalam menggelar operasi KKYD. Berdasarkan catatan, Polres Jakarta Barat memiliki jumlah penanganan kasus terbanyak, yakni berjumlah 19 kasus, dari seluruh jajaran Polres.

"Polres terbanyak (kasusnya) itu Polres Jabar, 19 kasus. Mayoritas kejahatan berupa pencurian motor," kata Gatot.

Selain melakukan penangkapan, Operasi KKYD juga turut melakukan pembinaan. Selama sebulan operasi, Gatot menyatakan telah ada 200 irang yang dibina sebagai bentuk pencegahan kejahatan."Kita melakukan pembinaan, kemudian pencerahan, kepada warga yang dianggap berpotensi akan melakukan kejahatan, namun belum berstatus tersangka," kata Gatot.

"Contohnya, kalau kita lihat ada sekelompok orang berpotensi mau tawuran, itu dilakukan pembinaan dulu. Kemudian, setelahnya dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Ini sebagai tindakan preventif," ujarnya lagi.

Gatot merujuk data hasil operasi KKYD selama sebulan mengklaim ada penurunan angka kejahatan dibandingkan data tahun lalu. Dia menyatakan operasi KKYD akan tetap dilakukan secara terus menerus agar situasi semakin kondusif. "Ini untuk meningkatkan situasi kondusif serta keamanan bagi masyarakat. Selain itu, juga untuk Investor agar mau berinvestasi di sini, dan kesejahteraan rakyat," Kata Gatot.

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Minggu, 8 Desember 2019 | 14:31 WIB
Ekonomi | Sabtu, 7 Desember 2019 | 18:44 WIB
Ekonomi | Senin, 9 Desember 2019 | 16:57 WIB