Sabtu, 16 November 2019 | 09:07 WIB

Purwakarta Darurat Narkoba, Peran DPRD yang Baru Dilantik Dibutuhkan Upaya Percegahan Bahaya Narkoba

Jumat, 4 Oktober 2019 | 22:23 WIB - Aris Wandi

PURWAKARTA, - Untuk menekan peredaran narkoba diwilayah Kabupaten Purwakarta, Kepolisian Resort Purwakarta terus gencar melakukan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba.

Pasalnya, sebagian besar kecamatan di Kabupaten Purwakarta masih berada dalam zona merah peredaran narkoba. Data dari pihak polisi ada 11 dari 17 kecamatan di Purwakarta masih termasuk zona merah peredaran narkoba.

Hanya tiga kecamatan di antaranya yang masih tergolong zona hijau, sedangkan sisanya masuk zona kuning. Kondisi itu, berdasarkan jumlah pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut. 

 "Dari 17 kecamatan ada 11 rawan, 3 agak rawan, sementara hanya 3 yang masih aman," ujar Kapolres Purwakarta AKBP  Matrius melalui paur Humas, Ipda Tini Yutini, saat ditemui di ruangannya, Jumat (4/10/2019) kepada awak media.

Dirinya mengatakan, dari 183 desa, baru 11 desa yang sudah berkordinasi dengan pihak Polres Purwakarta dalam melaksanakan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Sementara dari 9 kelurahan, baru 2 kelurahan yang sudah melaksanakan sosialisasi pencegahan. 

Untuk sekolah-sekolah tingkat SMP sudah melaksanakan kerjasama, dari 17 kecamatan tersisa 4 kecamatan yaitu Sukatani, Plered, Tegalwaru dan Maniis

 "Sementara Untuk instansi yang sudah melaksanakan sosialisasi berkala bahkan ditambah dengan cek urine dadakan diluar Polres adalah. Kodim 0619, Resimen Armed 2 /1 Sthira Yuda, dan Yon Armed 9/2/1 Pasopati," jelasnya.

Dirinya berharap, ke depan pencegahan perendaran narkoba melalui sosialisasi semakin masif dan berkesinambungan. Selain itu, peran DPRD Kabupaten Purwakarta yang baru dilantik juga sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan bahaya narkoba.

Mengingat lanjut dia, bukti yang didapat di lapangan 80 persen para orang tua, remaja bahkan aparat desa yang belum mengerti baik jenis-jenis narkoba, ciri ciri penyalahgunaan narkoba, bahaya nyata penyalahgunaan narkoba bagi kehidupan.

 "Bagaimana mungkin Perang terhadap narkoba dapat dilaksanakan sementara masyarakat masih belum mempunyai pemahaman terhadap narkoba itu sendiri," jelasnya. 

Dengan melihat hasil pengungkapan dari tahun ke tahun yang makin meningkat tentunya kata dia, harus disikapi secara bersama-sama.

 "Tanpa adanya edukasi kepada masyarakat luas maka perang terhadap narkoba hanyalah isapan jempol belaka," ucapnya.

Komentar Anda

BACA JUGA
Sport | Senin, 11 November 2019 | 20:13 WIB
Adv | Rabu, 13 November 2019 | 07:30 WIB