Kamis, 14 November 2019 | 05:06 WIB

Tugas TNI Tidak terlepas Dari Perubahan Lingkungan Strategis Dinamis dan Semakin Kompleks

Sabtu, 5 Oktober 2019 | 18:56 WIB - Aris Wandi

SUBANG, Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif diberbagai bidang. Demikian amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. yang dibacakan Danlanud Suryadarma Marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos., M.Sc, dalam Upacara peringatan HUT Tentara Nasional Indonesia ke-74, dilapangan alun-alun Kota Subang, Jawa Barat, Sabtu (5/10).


Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan rasa hormat dan bela sungkawa yang mendalam atas gugurnya prajurit-prajurit terbaik TNI dalam melaksanakan tugas negara. “Kami yang ditinggalkan akan melanjutkan tugas yang diamanahkan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran”, Ujar Panglima TNI.


Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan, konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi. Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan nir militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya.


Dikesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan menghadapi kompleksitas ancaman, diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Dalam rangka pembangunan kekuatan TNI, telah dibentuk beberapa organisasi baru pada kurun waktu 2018s.d 2019 yaitu :


1. Pembentukan Divisi Infanteri-3/Kostrad, Koarmada III, Koopsau III dan Pasmar-3 Korps Marinir pada tanggal 11 Mei 2018, guna menghadapi trouble spot di wilayah Indonesia bagian timur.
2. Pembentukan Satuan TNI Terintegrasi (STT) Natuna pada tanggal 18 Desember 2018 sebagai pangkalan aju bagi unsur-unsur TNI yang beroperasi di wilayah utara Indonesia.


3. Pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI pada tanggal 30 Juli 2019, untuk menyelenggarakan operasi khusus guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun diluar wilayah NKRI, serta.


4. Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, II, III pada tanggal 27 September 2019 untuk menyelenggarakan kampanye militer, operasi gabungan dan operasi lainnya dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI.


Diakhir amanatnya Panglima TNI menambahkan bahwa TNI harus bahu membahu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya. Berbagai kekuatan yang bersatu itu akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa.


Turut hadir dalam upacara tersebut Bupati Subang H. Ruhimat, Danwingdiktek Kolonel Tek Iman Gozali, Danwingdikkal Kolonel Kal Hidayat Januardi, Para Kepala Dinas dijajaran Lanud Suryadarma, Wingdiktek dan Wingdikkal, Dandim 0605/Subang Letkol Arh Edi Maryono, Danyonif 312/Kala hitam Letkol Inf Dedy Arianto, Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani serta unsur Forkopimda Kabupaten Subang.

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Senin, 11 November 2019 | 05:21 WIB