Kamis, 14 November 2019 | 18:33 WIB

REVISI undang - undang

Bang Billy: Rekonstruksi Hukum Indonesia Dinilai Perlu

Selasa, 8 Oktober 2019 | 17:22 WIB - Dimas Madia

PRAKTISI Hukum dari Organisasi Kongres Advokat Indonesia, Billy Maulana Cahya,SH, menilai Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) saat ini memang sudah seharusnya direvisi.
 
Dalam diskusi yang diselenggarakan LBH ADVOKASI PEDULI INDONESIA, Bangbil menilai KUHP saat ini jika dianalogikan seperti bangunan tua yang hampir roboh. Hukum mengikuti masyarakat dan zaman, sehingga perkembangan zaman mempengaruhi hukum itu sendiri.
 
“RKUHP ada beberapa hal yang melatarbelakangi mengapa harus disahkan. Karena ini sudah bangunan tua, akan roboh jika tidak dilakukan pembaharuan. Sudah saatnya rekonstruksi kembali bagaimana hukum yang ada di Indonesia,” katanya, sabtu malam 5 oktober 2019.
  
 
 
Kendati demikian, dia mengakui memang ada beberapa pasal dalam RKUHP yang butuh diperjelas agar ke depannya tidak multitafsir antara penegak hukum yang lain seperti Polisi, Jaksa, Hakim & Pengacara. Sehingga, perlu pembahasan lagi untuk penyempurnaan.
 
Dia menjelaskan, RKUHP juga mengadopsi mazhab determinis, di mana manusia tidak sepenuhnya memiliki kebebasan atas yang dilakukannya.
 
“Apa artinya mazhab determinis, pada intinya manusia tidak punya kehendak bebas. Kalau anda melakukan kejahatan anda akan mendapatkan ganjaran. Mazhab ini yang diturunkan ke KUHP. Rumusan KUHP sudah mencerminkan mazhab determinis.

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Rabu, 13 November 2019 | 15:38 WIB
Sport | Selasa, 12 November 2019 | 06:22 WIB