Kamis, 14 November 2019 | 17:58 WIB

Polda dan BNN Provinsi Jabar berhasil Ungkap Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu dan Pil Ekstasi

Selasa, 8 Oktober 2019 | 21:22 WIB - Lilis

BANDUNG, -- Polda Jabar dan BNN Provinsi Jawa Barat Gelar Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Narkoba di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).                        Kepoisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengungkap penemuan 13 Kg Sabu yang disamarkan dengan ditutupi plastik bermerek teh di Kabupaten Cianjur dari dasar Laporan No. LP / 1017 / IX / 2019 / JABAR , TGL 28 September 2019.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi, mengatakan pihak Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba melakukan penangkapan tersebut pada Sabtu (28/9) di Perum BTN Pasir Gede Raya RT 01/RW 019 Kel. Bojong Herang Kab Cianjur setelah sebelumnya melakukan penyelidikan.

“Dari adanya temuan tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka atas nama AP, AS dan DS,” kata Rudy di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (08/10/2019)

Rudy mengatakan 13 Kilogram Sabu tersebut terbagi dalam 13 kemasan paket besar. Saat penangkapan, seluruh paket sabu tersebut ditemukan dalam satu karung putih besar yang berada di belakang pintu rumah.

“13 paket besar sabu dikemas dalam piastik teh cina berlakban hitam dengan total berat brutto 13.088 gram atau 13 kilogram,” ungkap Rudy.

Sedangkan menurutnya dari kasus tersebut masih ada seorang lagi berinisial A yang kini dinyatakan sebagai DPO oleh Ditres Narkoba. Saat ini pihak Ditres Narkoba sedang melakukan penyidikan lebih lanjut karena A diduga sedang berada di Aceh.

BARANG BUKTI :
– 1 (satu) unit Mobil Toyota Hiace Nopol L 7536 A warna Silver
– 5 (lima) unit Hp berbagai merk;
– 1 (satu) karung berwarna putih berisi 13 paket besar sabu dikemas dalam plastik tea china berlakban hitam dengan total berat brutto 13.088. Gram (Tiga Belas Ribu Delapan Puluh Delapan Gram) atau 13 kg (tiga belas)
kilo Gram.

PERKIRAAN YANG TERSELAMATKAN:
Asumsi penyalahguna narkotika Golongan I jenis sabu :

1 (satu) gram sabu untuk di konsumsi oleh 10, 1 (satu) orang penyalahguna 1 (satu) orang x 13.000 gram = 13.000 orang

Total keseluruhan perkiraan orang yang terselamatkan sejumlah 13 000.000  (tiga belas juta) orang.

Ketiga tersangka tersebut dijerat Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 114 Ayat (2) dan atau pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika :

Pasal 132 ayat (1) “Percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 dan 112, pelaku dipidana dengan pidana penjara yang sama sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal-Pasal tersebut”

Pasal 114 ayat (2) “Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga)”.

Pasal 112 ayat (2) “Dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga)”.

Selain itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat juga berhasil menggagalkan upaya pengiriman 4 kilogram sabu yang ditemukan dari kurir berinisial WAS. Penggagalan tersebut terjadi saat WAS ditangkap di Gerbang Tol Ciawi, Bogor, Minggu (29/9).

“Kita mengamankan empat bungkus berisi sabu. Beratnya mencapai empat kilogram. Selain sabu-sabu kita juga menyita 5.000 butir pil ekstasi,” kata Kepala BNN Jabar, Brigjen Sufyan Syarif.

Pelaku WAS diduga hendak menuju ke Jawa Barat dari wilayah Sumatera. Barang terlarang tersebut ditemukan di dalam ransel yang dibawa oleh WAS.

“Barang itu disimpan di dalam tas ransel. Begitu kita geledah, kita temukan barang itu,” pungkasnya.


Komentar Anda

BACA JUGA
Ekonomi | Selasa, 12 November 2019 | 21:32 WIB