Senin, 16 Desember 2019 | 07:05 WIB

Bimtek Jurnalistik OKK, Ketua PWI Jabar : Wartawan Harus Pintar Menulis

Sabtu, 30 November 2019 | 20:48 WIB - Iyan Sopyan

SUKABUMI, -- Wartawan Sejatinya harus pintar menulis berita, sebab saat ini masih banyak dijumpai Wartawan yang kurang pandai menulis berita bahkan lebih parahnya membuat judul berita saja tidak bisa, hal itu disampaikan oleh Ketua PWI Jawa Barat, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik Orientasi Kewartawan dan Keorganisasian (OKK) PWI Kabupaten Sukabumi, di Ruang Pertemuan Hotel Selabintana Jalan Selabintana KM. 7 Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu 30 November 2019.

lanjutnya lagi, Orientasi Kewartawan dan Keorganisasian merupakan salah satu tahapan bagi wartawan untuk dapat bergabung menjadi Anggota PWI, sebab melalui tahapan kegiatan ini Calon anggota dapat mengenal dan mengetahui tentang arah tujuan organisasi PWI, jelasnya.

Bimtek Jurnalistik Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian
yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dinas Kominfosan Kabupaten Sukabumi dibuka secara resmi oleh Bupati Sukabumi yang diwakilkan Kepala Dinas Kominfosan R. Joni Bambang Sunyoto, SH, MM, serta menghadirkan Pemateri Dedi Suhaedi (Suhe) dari Pikiran Rakyat sekaligus Redaktur Bandung raya.

Suhe dalam penyampaian materinya secara rinci menjelaskan tentang tata-tata cara pemberitaan dan pengertiannya, meliputi devinisi berita, jenis berita, kriteria dan kelayakan berita, teknik mencari berita (observasi, wawancara, press Conference, Press Release), pola penulisan berita meliputi Pola beraturan, Piramida tegak, Piramida terbalik serta penjelasan-penjelasan lainnya yang berkaitan dengan penulisan berita.

Selanjutnya Materi kedua tentang profesionalitas wartawan disampaikan oleh Agus Dana, Bidang Advokasi PWI Jabar, dalam penyampaian materinya Agus menegaskan, "bahwa Wartawan dimana pun wajib menjunjung tinggi dan menjalankan kode etik Jurnalis (KEJ).

Selain itu, Agus juga menjabarkan tentang makna Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan, 12 Butir pedoman pemberitaan ramah anak, dalam penjelasannya, bahwa setiap pemberitaan yang menyangkut anak, baik pelaku, saksi atau korban, namanya wajib di rahasiakan, sekalipun inisialnya, termasuk nama sekolah atau lembaga pendidikan tempat anak tersebut sekolah.

"Jika hal itu di langgar maka wartawan atau penanggung jawab redaksi medianya bisa dipidanakan dengan ancaman penjara 6 tahun dan denda Rp.500.000.000, tegasnya".


Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Rabu, 11 Desember 2019 | 20:01 WIB
Ekonomi | Sabtu, 14 Desember 2019 | 06:04 WIB
Polkum | Selasa, 10 Desember 2019 | 19:58 WIB