Senin, 26 Oktober 2020 | 22:37 WIB

Cegah Covid-19, Aparat Bentuk Timsus Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Kamis, 24 September 2020 | 15:20 WIB - Chairul Ichsan

JAKARTA, - Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Satpol PP DKI, Kejaksaan Tinggi, dan Pengadilan Tinggi, membentuk tim khusus (timsus) untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan agar menekan angka penyebaran Covid-19.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polda Metro Jaya, masih tinggi dan berisiko.

Berdasarkan catatan, dalam satu bulan terakhir, rata-rata masyarakat yang tertular berkisar antara 900 hingga 1.000 orang per hari. Keadaan ini tentunya sangat memprihatinkan, ditambah banyak korban meninggal dunia.

"Upaya satgas daerah Provinsi DKI dan sekitarnya sudah maksimal dalam menangani penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan pencegahan, testing, tracing, dan treatment. Kami mengharapkan masyarakat menyadari dan maksimal berdisiplin untuk mematuhi protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Nana, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020).

Dikatakan Nana, hal itu sesuai dengan Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Kemudian perintah Kapolri, Polda Metro Jaya, dan Polda lainnya untuk melaksanakan Operasi Yustisi.

"Tujuannya meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Jumlah personel yang dilibatkan 6.800 gabungan terdiri 3.000 TNI, 3.000 Polri, 700 Satpol PP-Dishub, 50 kejaksaan, dan 50 pengadilan," ungkapnya.

Nana menyampaikan, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Satpol PP, Kejati, dan Pengadilan Tinggi telah membentuk 19 timsus untuk menegakan dan menindak pelanggar protokol kesehatan di tingkat provinsi. Terdiri dari 12 tim khusus stasioner melakukan pengawasan di posko-posko, dan tujuh tim mobile atau berpatroli.

"Tingkat Polres ada sebanyak 161 timsus dengan perincian Polres terdiri dari 13 timsus mobile dan 49 timsus stasioner. Lalu Polsek terdiri dari 99 timsus. Sehingga jumlah total timsus stasioner sebanyak 160 dan timsus mobile 20," katanya.

Menurut Nana, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 pada masa PSBB, Polda Metro Jaya juga telah membentuk penegak disiplin berbasis komunitas dengan jumlah sebanyak 351.

"Hari ini dilaksanakan launching penegak disiplin berbasis komunitas ojol. Sebanyak 100 orang yang akan melakukan penegakan disiplin terhadap komunitas ojol," jelasnya.

Nana menambahkan, Polda Metro Jaya juga meluncurkan hotline terkait pengaduan masyarakat tentang pelanggaran protokol kesehatan.

"Jadi kita berharap masyarakat mau melapor kepada timsus melalui hotline itu, menyampaikan bahwa di jalan ini masih ada kerumunan, masih ada rumah makan yang buka menerima makan di tempat. Untuk hotline masyarakat agar menghubungi kami melalui akun medsos Twitter, Instagram, Facebook, Whatsapp yang saat ini sudah tersedia di Polda, Polres sampai ke Polsek. Diharapkan masyarakat menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan sehingga angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan pandemi ini segera berakhir," tandasnya.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung AR mengatakan, TNI-Polri bersatu dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 baik di Satuan Tugas Penegakan Disiplin Mematuhi Protokol Kesehatan (PDMPK), Operasi Yustisi, dan timsus.

"Satgas PDMPK ini ada 1.000 orang komunitas yang turut mendukung proses PDMPK. Di samping itu ada masing-masing kelurahan, ini sedang diujicoba, ada 50 orang untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparat keamanan bersama-sama bertekad, bersatu menerapkan protokol kesehatan agar wabah bisa segera dihentikan," katanya.

Komentar Anda

BACA JUGA
Sport | Minggu, 25 Oktober 2020 | 20:42 WIB