Kamis, 4 Juni 2020 | 00:00 WIB

HM Muraz SH MM : Presiden Jokowi Harus Tegas Tolak 500 TKA Selama Pandemi Covid 19

Senin, 4 Mei 2020 | 17:42 WIB - Iyan Sopyan

HM Muraz SH MM, Anggota DPR RI Komisi II

SUKABUMI, - Sikap tegas terkait, informasi akan masuknya tenaga kerja asing (TKA) asal China dilontarkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi II Partai Demokrat HM Muraz SH MM

Menurutnya "kalau menteri tenaga kerja (Menaker) dalam hal ini tidak tegas, maka presiden Jokowi harus tegas dan mengutamakan nurani untuk menolak 500 TKA tersebut, sebab tanggung jawab akhir ada ditangan presiden untuk itu, sebaiknya Pak Jokowi segera memerintahkan Menteri Tenaga Kerja untuk tidak mengimport TKA selama Copid 19 ini belum selesai".

"Apabila masih membandel ya dipecat saja dan apabila ada unsur mencari keuntungan ya pidanakan" tegas HM Muraz dalam pesan singkatnya yang disampaikan kepada wartawan. Senin (04/05/2020)

Lanjutnya lagi, "kalau pun memang ada lowongan kerja pemerintah wajib mengutamakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah mengalami PHK dan kehilangan pencaharian, sebab akibat pandemi Covid 19 ini, berdampak terhadap banyaknya orang yang kehilangan mata pencaharian dan di PHK, bahkan dikalangan masyarakat bawah saat ini sudah mulai ada yang kesulitan untuk mendapatkan makanan, tandasnya.

Selain itu HM Muraz juga menyampaikan atas ketidak mengertiannya terhadap pola pikir menteri tenaga kerja yang seolah-olah lebih mematuhi aturan dengan negara asing dari pada melindungi WNI.

Dalam penilainya, diera copid 19 ini hampir semua negara demi kesehatan dan keamanan warganya secara tegas menutup diri dari kunjungan warga asing, baik dalam rangka bisnis, wisata, kunjungan kerja serta kepentingan-kepentingan lainnya, begitu pun pemerintah Indonesia sudah seharus tegas sebagai mana yang dilakukan oleh negara-negara lain.

"justru dalam situasi sepeti ini kok aneh sekali, pemerintah kita seolah tidak paham kondisi rakyatnya, mata dan hati nuraninya seolah tertutup sebab, tanpa tendeng eling-eling berencana menerima 500 TKA asal China yg jelas-jelas bukan tenaga kesehatan atau expert", tutupnya.

Komentar Anda

BACA JUGA
Ekonomi | Jumat, 29 Mei 2020 | 21:43 WIB
Peristiwa | Jumat, 29 Mei 2020 | 13:49 WIB
Pariwisata | Senin, 1 Juni 2020 | 05:33 WIB