Selasa, 22 September 2020 | 22:43 WIB

Kelurahan Nagri Kaler Purwakarta Kini Menjadi Zona Merah Covid-19

Senin, 14 September 2020 | 20:32 WIB - Markus Sitanggang

PURWAKARTA,- Penyebaran Covid-19 di Indonesia masih fluktuatif bahkan di sebagian wilayah cenderung meningkat hingga pemerintah setempat pun ada yang mewacanakan bakal memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seperti di DKI Jakarta atau pun pengetatan AKB seperti di Bandung untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika terkait masalah ini ikut berkomentar apakah kemungkinan Purwakarta bakal menerapkan PSBB kembali atau tidak.

Menurutnya, Tim gugus tugas Covid-19 Purwakarta bakal melakukan rapat pembahasan untuk mengevaluasi penyebaran Covid-19.

"Sampai kemarin jumlah pasien positif di Purwakarta sudah ada 185 orang. Kami akan identifikasi terbanyaknya di wilayah mana, misalnya dari daerah industri, maka perlu meningkatkan komitmen dengan dunia industri dalam upaya pencegahannya," ujar Anne Ratna Mustika, pada wartawan Senin (14/9/2020).

Setelah evaluasi nanti, Anne Ratna menegaskan barulah akan ada kebijakan dari tim gugus tugas atau Pemda Purwakarta.

Anne Ratna justru menyebut di Purwakarta ada satu kelurahan berdasarkan catatan dari gugus tugas pusat dan provinsi ditetapkan sebagai zona merah dan rawan akan penyebaran Covid-19 kategori tinggi, yakni Nagri Kaler.

"(Kelurahan) Nagri Kaler itu memang selain ada kawasan pendidikan tinggi yang banyak mahasiswa dari luar daerah, kemudian wilayah itu kawasan perekonomian karena pusat Purwakarta. Jadi, kami akan melihat dan mengkaji, lalu kami akan menetapkan kebijakan apa yang tepat," katanya.

Anne Ratna juga menegaskan akan berkomunikasi dengan Camat Purwakarta apakah tepat diterapkan PSBB secara mikro atau PSBM di Nagri Kaler.

Namun, dia pun merasa tentu bakal berdampak pada kelurahan-kelurahan terdekatnya.

"Ya, memang kalau dari perhatian ketua gugus tugas provinsi (gubernur) langsung dalam suratnya ke saya bahwa Nagri Kaler itu harus dilakukan pembatasan berskala mikro, nanti kami kaji teknisnya," ucapnya (Ms)

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Kamis, 17 September 2020 | 05:42 WIB
Pariwisata | Minggu, 20 September 2020 | 11:41 WIB
Pariwisata | Jumat, 18 September 2020 | 15:33 WIB