Minggu, 20 September 2020 | 23:49 WIB

Memori Arsenal Kalahkan Barcelona: Ketika Tiki-Taka Lumpuh di Emirates Stadium

Kamis, 16 April 2020 | 06:04 WIB - Chairul Ichsan

Tepat setelah undian babak 16 besar Liga Champions 2011, fans Arsenal lesu mendengar tim kesayangan mereka harus berhadapan dengan Barcelona. Saat itu skuad Pep Guardiola dianggap sebagai tim terbaik di dunia.

Bicara kualitas di atas kertas, Arsenal jelas jauh di bawah Barcelona. Namun, ternyata Arsene Wenger bisa menemukan cara untuk menundukkan Blaugrana dalam permainannya sendiri, yakni aliran umpan pendek dari kaki ke kaki.

Pertandingan ini akan selalu dikenang fans The Gunners. Betapa tidak, Barcelona ternyata keok saat menyambangi Arsenal. Leg pertama 16 besar, The Gunners berhasil memetik kemenangan 2-1.

Meski pada akhirnya takluk di leg kedua dan tersingkir dari kompetisi tersebut, pertandingan ini tetap dianggap sebagai salah satu pertandingan terbaik yang pernah disaksikan publik Emirates Stadium.

Mengutip 90min, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Tertinggal Terlebih Dahulu
Kemenangan Arsenal terasa spesial karena diraih dengan susah payah lewat salah satu comeback terbaik mereka. Betapa tidak, Arsenal tertinggal 0-1 sejak babak pertama, sampai akhirnya Robin van Persie bisa menyamakan kedudukan di menit ke-78.

Lalu, lima menit berselang, giliran Andrey Arshavin yang membuat publik Emirates bersorak dengan mencetak gol kemenangan tim. Hasil itu dramatis, Arsenal menang 2-1 atas tim terkuat di dunia pada masanya.

Pertandingan itu masih jadi salah satu kenangan manis fans Arsenal sampai sekarang, yang juga jadi bukti kualitas Wenger sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.

Sedikit Beruntung
Usai laga tersebut, sebagian besar analis sepak bola menilai Arsenal menang beruntung. Tidak sepenuhnya salah, tapi sebenarnya yang perlu diapresiasi adalah gaya bermain Arsenal.

Betapa tidak, Wenger menginstruksikan timnya untuk memainkan gaya bermain khas mereka, umpan-umpan pendek dan dominasi bola. Keputusan Wenger ini seakan-akan meremehkan Barcelona yang saat itu jadi rajanya umpan pendek dan dominasi bola.

Tidak ada yang bisa membantah kualitas permainan Barca pada saat itu. Ada Xavi, Iniesta, dan Busquets di lini tengah. Ditambah Dani Alves dan Lionel Messi, mereka jadi salah satu tim paling berbahaya.

Kesalahan Barcelona
Tanpa bermaksud memandang remeh pilihan taktik dan kemenangan Arsenal, sebenarnya Barcelona tidak beruntung pada kekalahan ini.

Barca seharusnya bisa unggul cepat sejak awal pertandingan andai para penyerang mereka bisa memaksimalkan peluang dengan lebih efektif. Arsenal pantas menang, tapi sebagian karena kesalahan Barcelona.

Pada pertandingan tersebut, Lionel Messi membuang sejumlah peluang emas di babak pertama, yang seharusnya bisa mengakhiri perlawanan Arsenal sejak awal.

Alih-alih, pasukan Wenger bisa bertahan menghadapi gempuran Barca, dan membalas mencetak gol dalam satu momen penting.

Pemain yang Bersinar: Jack Wilshere
Dia masih 19 tahun pada pertandingan itu, tapi Jack Wilshere sudah menyuguhkan salah satu performa terbaiknya. Dia tampil jauh melebihi usia mudanya dan bahkan lebih baik dari trio gelandang Barca,.

Wilshere melakukan segalanya, baik tugas bertahan maupun menyerang. Dia memenangi banyak duel, mengalirkan bola dengan presisi, dan bahkan tidak bisa ditahan oleh pemain sekelas Xavi dan Iniesta.

Singkatnya, performa Wilshere malam itu merupakan salah satu performa terbaik pemain Arsenal di level individu.

5 dari 8
Pemain yang Bersinar: Lionel Messi
Andai keberuntungan memihaknya, Messi mungkin bisa mencetak dua sampai tiga gol pada pertandingan ini. Namun, Arsenal beruntung Messi tampil sedikit buruk pada laga ini.

Meski begitu, jika melihat performa secara menyeluruh, Messi masih jadi ancaman terbesar Arsenal. Di setiap serangan Barca, selalu ada nama Messi yang terilbat.

Dia berlari, menyodorkan umpan indah, juga menggiring bola dengan cara khasnya. Messi juga berperan langsung pada gol pembuka Barcelona.

Rating Pemain Arsenal
Starting XI: Szczesny (8); Eboue (7), Djourou (7), Koscielny (8), Clichy (7); Song (7), Wilshere (9*); Walcott (7), Fabregas (8), Nasri (7); Van Persie (7)

Pengganti: Arshavin (8), Bendtner (7)

Rating Pemain Barcelona
Starting XI: Valdes (6); Alves (7), Pique (6), Abidal (6), Maxwell (5); Busquets (5), Xavi (7), Iniesta (6); Villa (7), Messi (7*), Pedro (6)

Pengganti: Keita (5), Adriano

Statistik Arsenal - Barcelona
Possession: 34% - 66%
Shots: 13 - 11
On target: 5 - 5
Pass succes: 84% - 92%
Aerial duel sucess: 57% - 43%
Dribbles won: 12 - 18
Tekel: 18 - 20

Sumber: 90min, Whoscored/bola

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Senin, 14 September 2020 | 14:24 WIB