Kamis, 3 Desember 2020 | 07:14 WIB

Tim Buah Batu Automotive Club (BBAC)

Ranggawulung Extreme Adventure Offroad 2020 Subang Jawara

Senin, 31 Agustus 2020 | 06:13 WIB - Asep Ruslan

Tim BBAC Bandung, H. Zeky Zamzam & H. Asep Ruslan (Foto: Asep Ruslan)

KABUPATEN SUBANG - Ratusan offroader dari berbagai provinsi di Indonesia beradu nyali dalam event menantang dengan tajuk “Ranggawulung Extreme Adventure Offroad 2020 Subang Jawara 4x4” dari tanggal 28-30 Agustus 2020 di Bukit Nyomot, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (30/8/2020).

Asep Ruslan & Offroader Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Asep Ruslan & Carolis Panitia Penyelenggara (Foto: Asep Ruslan)

Even tingkat nasional yang diselengarakan oleh Jeep Urang Subang (JUS) dalam rangka HUT Kabupaten Subang ke-72 ini dihadiri 123 kendaraan, dinilai oleh peserta Offroader sangat berkesan dengan track jalur yang sangat extreme dan menantang,

Meski diwarnai sejumlah insiden para offroader tetap bersemangat untuk beradu ketangkasan di tiga track jalur lintasan extrem (A, B dan C) karya racikan panitia dari JUS ini.

Ranggawulung Extreme Adventure Offroad 2020

Offroad merupakan salah satu olahraga otomotif extreme yang mampu memacu adrenalin. Keinginan untuk memacu adrenalin, ternyata tidak hanya di minati oleh kaum millenial. Sebut saja salah satu peserta nomor lambung 120 dari Tim Buah Batu Automotive Club (BBAC) yang merupakan Club Offroad tertua di kota Bandung, pasangan H. Zeky Zamzam (60th) dan H. Asep Ruslan (55th), sangat menantikan digelarnya event offroad yang dikenal dengan sebutan RAOR#09 tahun 2020 di saat keadaan dunia tengah di teror ancaman pandemi Covid-19.

Tim BBAC Bandung, Kombes Pol H. Saptono Erlangga Waskitoroso (Bareskrim Polri), Kombes Pol Hernowo Yulianto (Bareskrim Polri), Zeky Zamzam dan H. Asep Ruslan (Foto: Asep Ruslan)

Di RAOR#09 tahun 2020 ini, sang driver harus melewati medan-medan yang cukup sulit dan ekstrim bahkan luar biasa extrem seperti di track jalur C, dimana kendaraan harus turun melewati tebing yang curam, menyebrangi sungai, medan berbatu, pasir dan naik bukit yang terjal dengan kecuraman yang cukup panjang seperti di “Tanjakan Alhamdulillah.”

Tanjakan Alhamdulillah track jalur C di malam hari (Foto: Asep Ruslan)

Mobil terbalik medan ekstrim di track jalur B (Foto: Asep Ruslan)

Karena medan yang ekstrim itulah, sang ofroader harus menggunakan mobil Four Wheel Drive (4WD). Mobil 4 WD ini merupakan istilah yang digunakan untuk mobil yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya, sehingga mobil ini sangat pas digunakan untuk semua kondisi medan offroad yang dilintasi.

Mobil 4WD yang dilengkapi dengan Winch yang merupakan perangkat wajib dimiliki jika ingin mengikuti kegiatan off-road.

“Pasalnya winch sangat dibutuhkan untuk recovery mobil saat terjebak lumpur atau melewati medan yang sulit,” kata H. Zeky Zamzam kepada Sinarpaginews saat di track jalur B di Bukit Nyomot, Subang, Sabtu (29/8/2020).

Winch dibutuhkanketika mobil terjebak lumpur (Foto: Asep Ruslan)

Winch dibutuhkan saat mobil menuruni bukit (Foto: Asep Ruslan).

Menurut H. Zeky, untuk memilih dan memasang winch biasanya juga tidak boleh sembarangan harus sesuai.

"Kalau salah memilih winch, penggunaannya dilapangan malah tidak bisa optimal. Paling utama adalah melihat kekuatan tarik dari winch tersebut," ujarnya.

Asep Ruslan & Offroader No. Lambung 070, Kombes Pol H. Saptono Erlangga Waskitoroso (Foto: Asep Ruslan)

Asep Ruslan & Offroader No. Lambung 095, Kombes Pol Hernowo Yulianto (Foto: Asep Ruslan)

"Pedoman untuk beli winch, dilihat dari berat kendaraan yang dipakai dikali 1,5, berat total dari hasil perkalian. Itu yang kita jadikan patokan untuk beli winch dengan kekuatan tarik seberapa besar. Contohnya, jika berat mobil itu 2 ton, maka kekuatan tarik minimal winch yang dibeli  itu sekitar 3 ton," pungkas H. Zeky Zamzam yang juga komisaris PT. Heksa Prakarsa Teknik yang berkantor di LIK Jl. Soekarno Hatta Km-12,5 Gede Bage kota Bandung.

Asep Ruslan & Sidik offroader Humas Polda Jabar (Foto: Asep Ruslan)

Asep Ruslan & Offroader Ciamis Rully dan Mang Elud (Foto: Asep Ruslan)

Asep Ruslan & Offroader Cibo Kriting dari Kabupaten Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Sementara itu Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD), H. Asep Ruslan kepada Sinarpaginews mengatakan, dirinya menyambut baik digelarnya event yang mampu menggerakan roda perekonomian masyarakat Subang dan memberikan apresiasi untuk panitia dan peserta yang disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Saya mengikuti kegiatan Ranggawulung Extreme Adventure Offroad ini dari awal sampai penutupan selama tiga hari dari 28-30 Agustus 2020. Bravo buat Jeep Urang Subang (JUS) selaku panitia penyelenggara yang telah sukses menggelar acara dan para peserta yang semuanya disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” kata Asep Ruslan sambil menikmati sate Maranggi di Warung Sate Ciawitali, Serang Panjang, Sagala Herang, Subang, Minggu (30/8/2020).

Asep Ruslan & Sekretaris Panitia Penyelenggara Momo Siswanto di Base Camp Nyomot Bukit Subang (Foto: Asep Ruslan)

Asep Ruslan & Kabid Pengelolaan Olahraga Petualangan, Tantangan & Wisata Kemenpora RI, Arif Nurbani Siswoyo, S.Pd, M.Si saat di track jalur B (Foto: Asep Ruslan)

JUS menggelar event yang mampu menghadirkan sport tourism sejalan dengan tema Hari Olah Raga Nasional (Haornas) Ke-37 tahun 2020 yang mengangkat tema Sport Tourism, Sport Industri dan Sport Science.

“Senada dengan peringatan Haornas ke-37 tahun 2020 yang mengambil tema Sport Tourism, Sport Industri dan Sport Science, sehingga Ranggawulung Extreme Adventure Offroad mampu mendatangkan turis lokal untuk memperbaiki keadaan menurunnya ekonomi masyarakat Subang dampat pandemi Covid-19 untuk bangkit dan terus bergerak. Juga untul lebih mengenal kota Subang Jawara,” pungkas Asep Ruslan Presiden PAD.

H. Asep Ruslan & H. Zeky Zamzam bersama medali RAOR#09 (Foto: Asep Ruslan)

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Selasa, 1 Desember 2020 | 14:08 WIB
Pendidikan | Selasa, 1 Desember 2020 | 21:08 WIB
Nasional | Jumat, 27 November 2020 | 15:30 WIB