Kamis, 3 Desember 2020 | 04:56 WIB

Sabilulungan FC Ajang Silaturahmi Sepak Bola Kabupaten Bandung

Minggu, 25 Oktober 2020 | 20:42 WIB - Asep Ruslan

Alfan Fauzi Akbar, Ketum HIPPI Kab. Bandung Andri Juwandi dan Tim Sabilulungan FC (Foto: Sabilulungan FC)

KABUPATEN BANDUNG - Di sela-sela rutinitas yang kamu jalani, olah raga adalah salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan. Meskipun olahraga adalah hal yang bisa dilakukan tanpa biaya mahal, namun pada faktanya, banyak orang mengabaikan hal yang satu ini. Padahal olahraga adalah aktivitas yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh, mulai dari mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, menangkal obesitas, hingga meningkatkan kualitas hidup.

Bicara soal olahraga, salah satunya adalah sepak bola. Sepak bola sampai saat ini, menjadi cabang olahraga yang paling populer di dunia. Kepopuleran sepak bola bisa terlihat dari banyaknya animo masyarakat yang ingin menyaksikan langsung pertandingan sepak bola, baik hadir langsung di stadion atau pun menonton di layar kaca. Tidak ada olahraga lain yang mampu menyedot puluhan ribu atau bahkan hingga seratus ribu orang lebih untuk datang dan menyaksikan langsung tim kesayangannya berlaga.

Aktivitas yang disukai oleh lintas kalangan dan lintas usia ini, menjadi salah satu alternatif dalam menyalurkan hobi dan juga dalam rangka menyehatkan diri lewat olahraga.

Belakangan ini banyak bermunculan komunitas-komunitas sepakbola di masyarakat. Salah satunya  adalah Sabilulungan FC, komunitas sepak bola yang berasal dari Kabupaten Bandung yang akhir-akhir ini banyak mendapat atensi dari masyarakat.

Alfan Fauzi Akbar Pendiri Sabilulungan FC (Foto: Sabilulungan FC)

Berawal dari keinginan memanfaatkan lapangan latihan yang berada di lingkungan Stadion Si Jalak Harupat, pendiri Sabilulungan FC Alfan Fauzi Akbar (30) merangkul rekan-rekan terdekatnya untuk bisa bermain sepak bola bersama sebagai wadah silaturahmi.

Kepada Sinarpaginews, Alfan menceritakan tentang apa itu Sabilulungan FC dan tujuan dari pendiriannya.

“Sabilulungan FC adalah komunitas Fun Footbal yang ada di Kabupaten Bandung, didirikan sekitar bulan September 2020. Dan tujuannya untuk membuat komunitas di Kabupaten Bandung yang merangkul semua komunitas yang ada di Kabupaten Bandung. Untuk menciptakan manusia yang produktif dan bermanfaat di Kabupaten Bandung,” kata Alfan mantan pemain Persikab Kabupaten Bandung.

Kegiatan donasi gedung sekolah yang terbakar (Foto: Sabilulungan FC)

Selama satu bulan berjalan, Sabilulungan FC sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan selain Fun Footbal Ceria yang rutin diadakan setiap hari Sabtu. Salah satunya kegiatan di bidang sosial, Sabilulungan FC mengadakan santunan anak yatim piatu dan dhuafa dari hasil penjualan jersey team, donasi sepatu bola kepada klub kebanggan masyarakat Kabupaten Bandung, Persikab, dan donasi untuk gedung sekolah yang terbakar milik Yayasan Pendidikan Satu Atap Ibnu Aqil Ibnu Sina, di Kampung Lembur Tegal, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Sabilulungan FC pun langsung mendapat hati di lingkungan pemerintahan setempat dalam hal ini Pemkab Bandung, dibuktikan dengan mudahnya perizinan untuk menggunakan fasilitas lapangan di lingkungan Stadion Si Jalak Harupat juga beberapa pejabat pemerintah yang akhirnya ikut menjadi bagian dari komunitas yang punya ciri khas warna kuning dan hijau ini.

Menurut Pelatih fisik nasional yang memiliki lisensi D Nasional kepelatihan sepak bola tersebut, tercetusnya nama Sabilulungan FC, dikarenakan adanya filosofi lain yang didapat saat bermain sepak bola bersama. Adanya nilai kebersamaan, gotong royong, saling peduli yang memang menjadi makna dari kata sabilulungan itu sendiri.

Dengan landasan sauyunan dan udunan, Alfan berharap bahwa semua orang yang tergabung di Sabilulungan FC bisa menerapkan kata sauyunan yang bermakna ikatan kebersamaan dalam segala hal.

"Nah kalo udunan yang di maksud itu bukan cuman uang, apapun dari siapapun selama itu untuk kebaikan yah sok udunan, misalnya ketika artis ikut main bola makna udunannya itu mungkin memposting kegiatan Sabilulungan FC di instagram karena artis kan followernya banyak.  Kalau dia pengusaha yang uangnya banyak yah berarti udunannya berupa uang. Ada pengusaha buah hadir, yah boleh udunan berupa buah-buahan. Kalau musisi hadir udunannya bikin lagu buat musik untuk membangun sabilulungan FC hadir. Alhamdulillah juga ada Ustadz-ustadz yang bergabung, bisa udunan menyebarkan hal-hal baik kepada kita semua. Jadi makna udunan itu bukan berupa uang saja, tapi kemampuan dan potensi apa yang dimiliki oleh member sabilulungan FC bisa dicurahkan untuk memperbesar Sabilulungan FC,” ungkap Alfan.

Tim Sabilulungan FC (Foto: Sabilulungan FC)

Komunitas yang berisikan lintas kalangan dari mulai pemain bola dari persikab dan persib, masyarakat biasa, pejabat pemerintah, pengacara, pengusaha bahkan dari kalangan artis ini memiliki harapan tinggi untuk meningkatkan lagi gairah sepak bola di kabupaten Bandung. Salah satunya menjadi sarana kampanye untuk kembali menumbuhkan kecintaan masyarakat kabupaten Bandung kepada Persikab yang sedang berjuang di Liga 3.

"Persikab bisa berkembang, jika gairah sepak bola masyarakat juga baik, sehingga Persikab bisa maju dan berdaya saing. Naik kasta ke Liga 2 dan bahkan bisa berkompetisi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia yakni Liga 1. Sabilulungan FC bisa membantu memperbesar Persikab dengan cara ketika ada laga Persikab seluruh member Sabilulungan FC bisa nonton untuk memberikan supporter," ujarnya.

Sepakbola menurut Alfan, juga mempersatukan seluruh manusia dan bisa belajar kehidupan.

“Di dalam sepakbola kita bisa belajar banyak kehidupan. Didalamnya ada kegiatan tolong menolong, ada kerjasama, dituntut kedisiplinan, patuh bahkan hal curang ada di dalam sepakbola. Saya selaku pendiri Sabilulungan FC ingin menciptakan manusia kondusif di berbagai macam kemampuan, untuk bermanfaat buat sesama,” pungkasnya.

Komentar Anda

BACA JUGA
Ekonomi | Jumat, 27 November 2020 | 05:25 WIB
Nasional | Senin, 30 November 2020 | 13:43 WIB