Selasa, 10 Desember 2019 | 22:52 WIB

Atasi Kemacetan, Pemrov Jabar Siap Bangun Tol Bandung - Cilacap

Minggu, 29 September 2019 | 10:29 WIB - Deny Yanto

GARUT, -- Pentingnya fasilitas pergerakan orang, barang, maupun jasa dalam sistem transportasi nasional dan regional menjadi dasar dalam pembangunan koridor Tol Gedebage-Garut-Tasikmalaya-Cilacap di Jawa Barat.

Namun, permasalahan dalam sistem jaringan saat ini adalah peningkatan volume kendaraan sehingga menimbulkan kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran.

Jadi Tahap I dari Gedebage Kabupaten Bandung, Garut sampai Tasikmalaya. Kemudian nanti lanjut Tahap II dari Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran sampai Cilacap.

Sesuai rencana, proses usulan penetapan lokasi dilaksanakan pada Mei 2019 hingga April 2020. Sementara proses prakualifikasi berlangsung Oktober-Desember 2019, proses lelang pada Desember 2019 hingga Juni 2020, proses pembebasan tanah pada April 2020 hingga 2022, proses rekontruksi Tahap I segmen Gedebage-Tasikmalaya pada 2022-2024, dan tol direncanakan bisa beroperasi di April 2024.

Hal tersebut disampaikan pada rapat percepatan infrastruktur pembangunan tol sepanjang kurang lebih 205 kilometer (km) ini di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu 25 September 2019 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Garut H. Rudy Gunawan, mengatakan pembangunan jalan tol Bandung - Cilacap disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat Garut karena keberadaan jalan tol itu diyakini bisa mengatasai masalah kemacetan yang selama ini sering terjadi.

"Saya sudah mendapatkan kepastian dari Pemprov Jabar bahwa tol Bandung-Cilacap akan melewati kawasan perkotaan Garut. penentuan lokasinya pun sudah siap,” ujar Rudy, Sabtu (28/9/2019).

Rudy menyebut, terkait tol Bandung-Cilacap, akan adanya dua gerbang tol di wilayah Garut. Gerbang tol pertama akan berada di kawasan Kecamatan Banyuresmi dan gerbang kedua ditetapkan berada di kawasan kota tepatnya di sekitar Cimaragas, Kecamatan Cilawu.

“Keberadaan dua gerbang tol itu sudah cukup baik dan sangat membantu meskipun idealnya ada tiga gerbang tol di Garut,” katanya.

Rudy mengaku, pihaknya memang sudah mengajukan agar di Garut ada tiga gerbang tol untuk lebih mempermudah akan tetapi yang direalisasi Pemprov Jabar hanya dua gerbang tol.

Keberadaan dua gerbang tol itu dinilai Rudy akan sangat membantu kelancaran akses jalur darat menuju Garut. Selama ini akses menuju Garut sering mengalami kemacetan terutama di sekitar Kadungora hingga Tarogong sehingga sangat hal ini sangat mengganggu.

Dikatakannya, total panjang jalan tol yang terdapat di wilayah Kabupaten Garut mencapai 27 kilometer. Ada beberapa wilayah kota yang akan terlintasi jalan tol di antaranya kawasan Tarogong Kaler.

Rudy menegaskan, Pemkab Garut sendiri sudah sangat siap untuk menyambut pembangunan tol Bandung-Cilacap ini. Sebagai penunjang, pihaknya pun menyiapkan pembangun akses jalan keluar atau menuju tol dari anggaran daerah agar bisa memperlancar akses menuju Garut.

“Tentu kami sudah harus siap menyambut pembangunan tol di daerah kami ini. Kami bahkan sangat bersyukur di daerah kami ada tol apalagi melewati jalur kota,” katanya.(spn/grt).

Komentar Anda

BACA JUGA
Ekonomi | Senin, 9 Desember 2019 | 16:55 WIB
Ekonomi | Rabu, 4 Desember 2019 | 21:45 WIB
Polkum | Rabu, 4 Desember 2019 | 20:48 WIB