Senin, 10 Agustus 2020 | 23:43 WIB

Lapan Garut Menggelar Pengamatan Publik Gerhana Matahari Cincin

Rabu, 25 Desember 2019 | 05:56 WIB - Usep Deni Yanto

GARUT, -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Garut bekerja sama dengan pemerintah daerah membuka pengamatan publik gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 26 Desember 2019.

Peristiwa tersebut akan berlangsung pada siang hari, namun tidak disarankan dilihat dengan mata telanjang karena meskipun matahari tertutup bulan saat itu cahayanya masih menyilaukan.

Gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada di fase bulan baru dan ketika posisinya berada di antara Bumi dan Matahari, menurut keterangan LAPAN.

Fenomena gerhana matahari cincin sendiri terjadi secara umum satu sampai dua tahun sekali dengan terakhir gerhana tersebut terjadi pada 26 Februari 2017.

Alasan mengapa gerhana matahari tersebut berbentuk cincin sendiri disebabkan karena ketika Bulan berada di titik apogee, piringan bulan akan tampak lebih kecil dibandingkan piringan Matahari dan tidak akan menutupinya dengan sepenuhnya.

Kerucut umbra tidak sampai ke permukaan Bumi dan akan terbentuk kerucut tambahan yang disebut antumbra, menurut keterangan dari LAPAN.

Pengamat yang berada di wilayah antumbra akan melihat Matahari tampak seperti cincin di langit, itulah alasan mengapa disebut sebagai gerhana matahari cincin.

Gerhana matahari cincin sendiri akan bisa dinikmati dalam 6 tahun ke depan pada tanggal 26 Desember 2019, 21 Juni 2020, 10 Juni 2021, 14 Oktober 2023, dan 2 Oktober 2024.  Dari semua tanggal tersebut hanya gerhana pada 26 Desember 2019 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.(spn/grt).

Komentar Anda

BACA JUGA
Nasional | Rabu, 5 Agustus 2020 | 13:33 WIB
Ekonomi | Rabu, 5 Agustus 2020 | 16:57 WIB